Suasana Acara Pembukaan Seminar nasional pendidikan yang diselenggarakan oleh STKIP Persada Khatulistiwa (Foto: Sg/Hms)
Suasana Acara Pembukaan Seminar nasional pendidikan yang diselenggarakan oleh STKIP Persada Khatulistiwa (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan perkembangan globalisasi serta pemanfaatan teknologi  informasi dan komunikasi dalam segala hal termasuk dalam dunia pendidikan. Untuk itu, dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan diri khususnya dalam cara belajar mengajar. Demikian disampaikan Bupati Sintang yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Sintang Zulkarnaen saat membuka Seminar Nasional Pendidikan di Hotel My Home pada Sabtu, 10 Desember 2016.

“peserta didik harus memiliki kecakapan abad 21 yakni memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. Dengan demikian peserta didik kita akan dipersiapkan menjadi komunikator yang handal, kreator, pemikir krittis dan kolaborator” tambah Zulkarnaen.

“untuk mencapai itu semua, metode pembelajaran harus tepat seperti penguasaan materi dan keterampilan, memberikan pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural dengan tetap melihat minat dan potensi yang dimiliki peserta didik. Saya menyambut baik dilaksanakan seminar nasional dengan harapan mampu mencari solusi yang aplikatif terkait upaya mempersiapkan pembelajaran dunia pendidikan kita menghadapi abad 21 sekarang ini” tambah Zulkarnaen.

“saya berharap hasil dan rekomendasi dari seminar nasional ini bisa disampaikan kepada Pemkab Sintang, supaya bisa dijadikan sumber bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sintang” pinta Zulkarnaen.

Rafael Suban Beding Ketua STKIP Persada Khatulistiwa menjelaskan STKIP Persada Khatulistiwa sudah berdiri selama 10 tahun dengan 5 program studi. “Lulusan kami mampu bersaing pada tes guru Pegawai Negeri Sipil di banyak kabupaten di Kalbar dan mereka sangat siap ditempatkan di pedalaman sekalipun. Kami ingin menjadi unggul dan kompeten di Kalimantan ini. Kami jaga terus proses belajar mengajar dan menjaga mutu dan kualitas proses belajar. Biarpun kami dipedalaman, tetapi kami ingin kualitas tetap diutamakan. Saya melihat dunia pendidikan belum berkembang padahal dunia teknologi sudah jauh melesat maju. Seminar ini dilaksanakan supaya para mahasiswa dan tenaga pengajar mampu menyesuaikan dengan perkembangan cara pembelajaran terkini, memahami isu-isu strategis pembelajaran dan wawasan semakin bertambah” terang Rafael Suban Beding.

Seminar nasional tersebut secara khusus membahas isu-isu strategis pembelajaran MIPA Abad 21 sehingga seminar nasional pendidikan yang diselenggarakan oleh STKIP Persada Khatulistiwa menghadirkan empat orang narasumber yakni Lasarus, S. Sos, M. Si yang memaparkan gambaran perkembangan pendidikan di Kalimantan Barat Perspektif DPR RI, Guru Besar Bidang Genetika Universitas Malang Prof Dr Siti Zubaidah, S.Pd, M. Pd yang memaparkan isu-isu strategis MIPA abad 21, Guru Besar Pendidikan Fisika Universitas Negeri Semarang Prof Dr Ani Rusillowati, M.Pd yang memaparkan evalusi pembelajaran MIPA Abad 21,  dan Kepala Prodi Magister Pendidikan Matematika Universitas Tanjungpura Dr. Sugianto, M. Pd yng membahas inovasi pembelajaran MIPA abad 21. (Sg)

 

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY