Bupati Ketapang, Martin Rantan dan Direktur PT BSM New Materials ltd China, Mr LU Jiangang, Foto Bersama Usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Beasiswa (Foto: Adi/Hms)
Bupati Ketapang, Martin Rantan dan Direktur PT BSM New Materials ltd China, Mr LU Jiangang, Foto Bersama Usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Beasiswa (Foto: Adi/Hms)

KalbarOnline, Ketapang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang dan PT BSM New Materials Ltd Negeri China menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Pendopo Bupati Ketapang, belum lama ini.

MoU tersebut merupakan beasiswa pelajar Ketapang untuk menempuh pendidikan di luar negeri.

Selaku, Pihak pertama, Bupati Ketapang, Martin Rantan SH dan pihak Kedua, Mr LU Jiangang, Direktur PT BSM New Materials ltd China.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan bahwa MoU ini merupakan jelmaan dari program aksi misi ke empat Bupati dan Wakil Bupati Ketapang terpilih yakni peningkatan Sumber Daya Manusia di Ketapang.

Oleh karenanya, ia sangat menyambut baik dan bangga, serta berterima kasih kepada perusahaan dari cina ini yang mau membantu pendidikan anak muda Ketapang.

“Pemkab Ketapang menyambut baik bantuan beasiswa kepada mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi di Negeri China ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan kedekatan hubungan baik Indonesia dengan China sudah sejak lama yakni jauh sebelum penjajahan datang ke Indonesia.

Terlebih pada zaman Laksamana Cheng Ho terjadi hubungan perdagangan sangat baik waktu itu.

Meskipun sejak zaman  revolusi maka hubungan Jakarta, Peking Moskow sempat terganggu.

“Tapi kini jangan ada kekhawatiran lagi untuk membangun kerjasama di bidang pendidikan maupun dibidang perdagangan,” tuturnya.

“Termasuk juga bidang kesehatan akupuntur sekalipun dari Negeri Tirai Bambu ini. Dalam waktu dekat ini kita lebih memperdalam dan mengutamakan bidang pertanian, pariwisata dan perikanan peternakan,” timpalnya.

Oleh karenanya, Pemkab Ketapang akan mengikutkan lagi tim ekonomi untuk belajar ke China dengan tekhnologi agak maju dan moderen. Khusus pengembangan tanaman ubi yang produksinya akan dipasok ke pabrik pihak luar negeri itu.

Menurutnya pihak PT Ekologi Ketapang akan meriset terlebih dahulu tanaman tersebut. Serta unsur hara pada tanah yang akan ditanami.

Sehingga bibit apa yang paling tepat ditanam di Ketapang bisa benar-benar cocok.

“Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraanpetani. Selain meriset tanah yang akan ditanami mereka juga akan membangun labulatorium tanah di Ketapang. Maka tidak salah Badan Litbang kita nanti akan menyiapkan MOU untuk penelitian,” terangnya.

Terkait pemberian beasiswa oleh perusahaan asal China ini Bupati merasa bertanggung jawab menandatagani MoU ini secara langsung.

“Sebab sifatnya antar Negara. Kalau internal dinas terkait cukup ditangani SKPD terkait saja termasuk pihak Politeknik Ketapang,” jelasnya.

“Mari berpikiran positif karena banyak ilmu berharga dan bernilai positif yang perlu kita cari di luar negeri. Termasuk membaca peluang pasar ekspor produksi pertanian, perkebunan dan lain lain hingga belajar ke Negeri China ini,” ajaknya.

Ia menambahkan perkembangan dan kemajuan suatu daerah bisa diciptakan dari sesautu yang tidak ada.

“Kenyataan hari ini terbukti 14 anak Ketapang bersekolah dibiayai perusahaan China ke Negeri China. Sikap  ini membuktikan kemajuan Ketapang,” imbuhnya.

“Informasikan ke dunia luar peluang dan investasi baik di Ketapang. Termasuk terciptanya keamanan yang baik saat ini. Disamping itu mari kita sama-sama menangkal isu hoak yang terkadang ditunggangi pihak tertentu yang sengaja mau mencabik cabik kerukunan dan hubungan harmonis di Ketapang,” imbaunya.

Bupati juga berterima kasih kepada tim yang sudah berangkat ke China melakukan studi banding kerjasama bidang pendidikan. Selanjutnya diteruskan lagi dengan MoU di bidang ekonomi lainnya pada program aksi 2018.

Ia berharap kepada perusahaan besar lainnya juga agar dapat mengikuti langkah PT BSM China ini.

“Bayangkan belum juga ada untungnya bahkan pembangunan pabriknya pun belum selesai dikerjakan ternyata  sudah berani memberi beasiswa kepada putra putri kita untuk mengikuti pendidikan tinggi di negaranya,” tuturnya.

“Syukuri dan berterima kasih kepada mereka. Kita dalam waktu yang tidak terlalu lama akan memanggil perusahaan lain utamanya perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk peduli memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu dan berprestasi ke tingkat pendidikan lebih tinggi. Kendati jumlahnya sedikit  ketimbang tidak mengirimkan beasiswa sama sekali,” tandasnya. (Adi/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY