Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Menyerahkan Paket Sembako Kepada Warga Pada Pasar Murah Yang Digelar di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Menyerahkan Paket Sembako Kepada Warga Pada Pasar Murah Yang Digelar di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan (Foto: Jim Hms)

800 paket Sembako Untuk Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan

KalbarOnline, Pontianak – Setelah Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota, pasar murah kembali digelar untuk warga di wilayah Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan. Pasar murah yang menyediakan paket sembako murah seharga Rp50 ribu dipusatkan di halaman Kantor Lurah Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu (14/6). Silih berganti warga berdatangan untuk menukarkan kupon dengan paket sembako yang berisikan 5 kilogram (kg) beras, 2 kg minyak goreng, 2 kg gula pasir dan 1 kaleng susu kental manis.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meresmikan dimulainya pasar murah dengan ditandai penyerahan paket sembako murah secara simbolis kepada warga. Menurutnya, digelarnya pasar murah atas kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan BUMN dan BUMD serta pelaku usaha ini cukup efektif karena masyarakat merasa terbantu dan sedikit meringankan beban mereka terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

“Pasar murah ini terbilang efektif karena mereka dari kalangan keluarga kurang mampu merasa terbantu. Jumlah paket sembako murah ini juga setiap tahun semakin meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 2 ribuan paket,” ujarnya.

Meskipun diakuinya 4 (empat) ribuan paket sembako yang disebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masuk kategori miskin. Sebab, dikatakannya, kalau bicara masyarakat yang masuk kategori miskin bisa mencapai 9 ribu Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah total 21 ribu jiwa.

Diperkirakan masih terdapat 5 ribu warga miskin yang masih belum mendapat paket sembako pada pasar murah ini. Tahun depan pihaknya menargetkan seluruh KK yang masuk kategori keluarga miskin mendapat paket sembako murah.

“Insya Allah tahun depan Pemkot Pontianak juga turut menyediakan paket sembako murah supaya lebih merata menjangkau masyarakat yang masuk kategori miskin itu,” ungkap Sutarmidji.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini mengatakan, tahun ini memnag lebih banyak BUMN dan BUMD yang ikut berpartisipasi dalam menyediakan paket sembako murah. Namun dikarenakan pasar murah ini menyebar seluruh Indonesia sehingga masing-masing daerah berbeda-beda jumlah paket sembako yang disebar.

“Pasar murah ini inisiatif para BUMN dan BUMD maupun pelaku usaha, sementara Pemkot hanya memfasilitasi dalam penyalurannya serta mengatur pendistribusiannya,” terangnya.

Menanggapai masalah gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran, Wali Kota dua periode ini punya trik tersendiri mengantisipasi hal itu. Cara yang diterapkannya adalah membuat pasar-pasar penyeimbang.

Bahkan, Sutarmidji meminta ke depan pasar penyeimbang itu ada di setiap kelurahan dan pasar-pasar tradisional.

“Sehingga patokan harga itu ada pada pasar penyeimbang dan pedagang tidak bisa mempermainkan harga seenaknya,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Hariyadi S Triwibowo menambahkan, pasar murah yang digelar pihaknya ini mendapat respon yang positif dari masyarakat. Hal itu terbukti dari antusias masyarakat yang membludak saat pasar murah digelar perdana di Kantor Camat Pontianak Barat.

“Seribu paket ludes terjual padahal masyarakat yang datang hampir mencapai 2 ribuan. Artinya masyarakat betul-betul membutuhkan paket sembako murah ini,” katanya.

Diuraikannya, jumlah total paket sembako yang disebar di enam kecamatan sebanyak 4 ribuan paket. Dengan rincian, untuk wilayah Pontianak Barat sebanyak 1000 paket, Pontianak Kota 400 paket, Pontianak Tenggara 400 paket, Pontianak Selatan 400 paket, Pontianak Timur 1000 paket dan Pontianak Utara 1000 paket.

“Kita berharap paket sembako murah yang harga semestinya senilai Rp100 ribu tetapi dijual dengan harga Rp50 ribu ini bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY