Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Mendampingi Direktur Hubungan antar Lembaga Dalam Negeri Bekraf, Hassan Abud dan Rombongan Meninjau Sejumlah Stan di Pameran Ekraf 2017 di PCC (Foto: Jim Hms)
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Mendampingi Direktur Hubungan antar Lembaga Dalam Negeri Bekraf, Hassan Abud dan Rombongan Meninjau Sejumlah Stan di Pameran Ekraf 2017 di PCC (Foto: Jim Hms)

Libatkan Media dan Akademisi

KalbarOnline, Pontianak – Direktur Hubungan antar Lembaga Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hassan Abud mengapresiasi digelarnya Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2017 di Kota Pontianak.

Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Pameran Ekraf di Kota Khatulistiwa ini dinilainya menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Apalagi, pameran yang digelar mulai tanggal 18 – 21 Mei 2017 di Pontianak Convention Center (PCC) ini melibatkan media, pengusaha, akademisi, komunitas dan pemerintahan.

“Pameran ini saya katakan sudah ‘wow’. Dalam dunia ekraf dikenal istilah Penta Helix, yang menitikberatkan pada komunikasi dan kolaborasi. Hal ini sudah dipelopori oleh Kota Pontianak dengan melibatkan berbagai pihak termasuk media. Di tempat lain tidak melibatkan media,” ujarnya usai melakukan peninjauan ke stan-stan Pameran Ekraf, Kamis (18/5).

Menurutnya, konsep Penta Helix dalam pameran ini sudah terintegrasi dengan baik. Terkadang, di daerah lain, media tidak dilibatkan, universitas atau akademisi tidak dilibatkan.

“Berbeda di sini, semua elemen tercakup dan ikut terlibat dalam pameran Ekraf seperti pemerintahan, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas,” sebut Hassan.

Lebih menarik lagi, kata dia, pameran di Pontianak yang rutin digelar setiap tahun ini sudah fokus pada sektor tertentu. Meskipun ada 16 sektor ekraf, namun tidak seluruh yang digarap.

“Tetapi fokus dengan melihat sektor apa yang memiliki potensi menjanjikan untuk diangkat seperti fotografi, film dan fashion. Ibaratnya, melihat telur mana yang menetas lebih dulu, jadi jangan keenambelasnya dijadikan semua,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, melalui pameran ini, pihaknya memfokuskan pada tiga sektor yakni fotografi, film dan fashion. Tidak sedikit produk-produk atau kreatifitas generasi muda Pontianak yang ditampilkan pada stand-stand yang ikut dalam pameran ini dinilainya tidak kalah dengan daerah lain.

“Bahkan hasilnya luar biasa dan berkelas dunia,” ucapnya.

Orang nomor dua di Kota Pontianak ini menambahkan, Pameran Ekraf ini digelar untuk menumbuhkembangkan industri ekraf khususnya di Kota Pontianak.

Sebagaimana diketahui, sekarang sudah banyak produk-produk ekraf unggulan dari rumah produksi. Untuk itu, dengan digelarnya pameran ini, bisa menjadi wadah mereka tampil sekaligus memasarkan produknya.

Pameran Ekraf 2017 ini digelar atas kerja sama Pemerintah Kota Pontianak dengan Harian Tribun Pontianak sebagai Event Organizer (EO) beserta pelaku usaha, akademisi serta komunitas. Sebanyak 16 subsektor turut ambil bagian mengikuti pameran Ekraf ini dengan jumlah keseluruhan 24 stand. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY