Kondisi Jembatan Gantung Desa Bekuan Yang Sudah Goyang dan Nyaris Roboh, Pemerintah Diminta Untuk Segera Perbaiki Atau Merenovasi Jembatan Tersebut Sebelum Memakan Korban (Foto: Ishaq)
Kondisi Jembatan Gantung Desa Bekuan Yang Sudah Goyang dan Nyaris Roboh, Pemerintah Diminta Untuk Segera Perbaiki Atau Merenovasi Jembatan Tersebut Sebelum Memakan Korban (Foto: Ishaq)

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Kondisi Jembatan Gantung di Desa Bekuan Dalam Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu, sudah rusak parah dan sangat memprihatinkan, serta terancam ambruk.

Kepada KalbarOnline salah seorang warga Sejiram, Petrus Todi mengatakan bahwa papan lantai pada jembatan gantung tersebut sudah rapuh dan tiang penyangganya sudah banyak patah, serta tali slingnya sudah banyak yang lepas.

Menurut warga Desa Bekuan Dalam yang dijelaskan oleh Petrus Todi seperti yang KalbarOnline kutip dari Uncak.com, jembatan gantung tersebut dibangun pada tahun 2014 lalu, karena sebelumnya juga sudah pernah rusak, maka pada tahun 2015 dikerjakan lagi, namun hanya sebatas pembuatan tiang penyangga kawat jembatan gantung saja.

“Meskipun tahun 2015 lalu dibuat tiang penyangga pada kawat jembatan gantung, tapi papan lantainya tidak diganti, sehingga sekarang sudah rapuh dan tiang penyangganya pun sudah banyak yang patah, alhasil jembatan gantung tersebut sangat kuat bergoyang apabila dilewati,” terang Todi.

Ditambahkan Todi, jembatan gantung ini adalah akses satu-satunya bagi warga Desa Bekuan Dalam untuk keluar menuju Jalan lintas Selatan atau menuju Kota Kecamatan.

“Tiga hari yang lalu, jembatan gantung ini sempat direhab oleh guru bersama anak-anak SDN 15 Bekuan dan dibantu oleh beberapa orang warga, sebab anak – anak harus melewati jembatan tersebut untuk menuju ke sekolahnya. Kami khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ungkap Todi.

Menurut warga, mungkin dalam waktu dekat ini, jembatan tersebut akan benar-benar roboh. Sebelum memakan korban, warga Bekuan Dalam, mendesak Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui dinas terkait untuk segera melanjutkan pembangunan jembatan gantung ini.

Bahkan ada juga warga yang mengatakan bahwa Pemda dan DPRD Kapuas Hulu mungkin lagi tidur atau mungkin jembatan gantung yang rusak ini untuk modal kampanye mereka kedepan, sehingga dibiarkan begitu saja, supaya ketika Pemilukada maupun Pemilu Legislatif nanti baru diperbaiki seolah yang perbaiki adalah pahlawan.

Sebelum memakan Korban, warga Bekuan Dalam sangat berharap kepada Pemerintah Daerah maupun DPRD Kabupaten Kapuas Hulu agar segera merenovasi atau melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.

“Apalagi Ibu Wakil Bupati Kapuas Hulu, yakni Silvia Pamero berasal dari Desa Bekuan Dalam ini,” pungkas Todi. (Ishaq)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY