Bupati Ketapang, Martin Rantan, Saat Memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2017 dan HUT ke-72 PGRI Tingkat Kabupaten Ketapang (Foto: Adi/Hms)
Bupati Ketapang, Martin Rantan, Saat Memimpin Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2017 dan HUT ke-72 PGRI Tingkat Kabupaten Ketapang (Foto: Adi/Hms)

KalbarOnline, Ketapang – Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2017 dan HUT ke-72 PGRI di Kabupaten Ketapang berlangsung khidmat, meskipun saat upacara berlangsung diguyur hujan, hal tersebut tidak menyurutkan antusias para peserta mengikuti upacara hingga selesai.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, serta dihadiri juga oleh Wakil Bupati Ketapang, Drs Suprapto, Forkopimda, serta peserta upacara terdiri dari TNI, Polri, PNS, dan ribuan peserta dari para guru dan pelajar se Kabupaten Ketapang, berlangsung dihalaman kantor Bupati Ketapang, Senin (27/11).

Sebelum upacara berlangsung, dilaksanakan juga pembacaan sejarah singkat PGRI oleh pengurus PGRI Ketapang, M Nur Marhaen, sambutan Ketua Umum Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Barat oleh Dr H Wahyudi, M.Pd, pengumum pemenang perlombaan pekan olah raga seni dan kreatifitas guru tingkat Kabupaten, dan puncak upacara dilakukan pengibaran bendera oleh pasukan pengibar bendera yang beranggotakan para guru.

Bupati dalam sambutannya membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendi, M.AP yang mengatakan bahwa tema hari guru kali ini membangun pendidikan karakter melalui keteladanan guru, tema tersebut erat kaitan dengan implementasi Perpres nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter.

Disampaikan Bupati Peraturan Presiden tersebut mengamanatkan bahwa guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan mereka memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga.

“Guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengelola kerjasama antara satuan pendidikan keluarga dan masyarakat untuk mengobarkan gerakan nasional revolusi mental,” ujar Bupati.

Selanjutnya ia mengatakan, guru harus dapat berperan sebagai the significant other bagi peserta didik agar guru harus menjadi sumber keteladanan.

“Momentum Hari Guru Nasional hendaknya kita jadikan sebagai refleksi apakah guru – guru kita sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya, disisi lain apakah kita sudah cukup memuliakan guru – guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita sehingga menjadi pribadi tangguh dan berhasil,” terang Bupati.

Menurutnya tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru.

“Jadi apapun kita saat ini guru – guru kita pasti mewarnai bahkan bisa jadi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kita,“ pungkasnya.

Bagi Pemerintah peringatan hari guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan bagaimana harus diakui bahwa banyak persolan guru yang belum sepenuhnya teratasi oleh sebab itu kebijakan – kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten profesional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera dan bermartabat. (Adi LC /Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY