Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Mendampingi Menteri PU-PR, Basuki Hadimuljono Beserta Rombongan Saat Melakukan Peninjauan IPA PDAM di Pontianak Timur (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Mendampingi Menteri PU-PR, Basuki Hadimuljono Beserta Rombongan Saat Melakukan Peninjauan IPA PDAM di Pontianak Timur (Foto: Jim Hms)

Tahun 2017 akan Dibangun IPA Imam Bonjol

KalbarOnline, Pontianak – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, didampingi Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM di Pontianak Timur, Selasa (20/12).

Hasil peninjauan IPA yang terletak di pinggir Sungai Kapuas tepatnya Kelurahan Parit Mayor ini dinilainya sudah cukup baik. Meskipun adanya interusi air laut dapat mengganggu air baku namun dikatakannya pengelolaan IPA PDAM di lokasi tersebut sudah baik.

“Sistemnya bagus. Intake air bakunya juga tidak perlu di pompa dari sungai,” ujarnya usai meninjau IPA PDAM di Pontianak Timur.

IPA PDAM dengan kekuatan 300 liter perdetik, mampu menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga di Wilayah Pontianak Timur. Pengolahan air di IPA ini menggunakan grafitasi intake yang ada di bawah pompa untuk menaikkan ke instalasi pipa. Diakuinya, sumber air baku yang diolah IPA tersebut cukup baik.

“Tingkat kekeruhan kandungan sedimen yang ada di air baku kalau dilihat indikatornya juga tak terlalu jelek. Sehingga untuk membuat kualitas air semakin baik tak perlu lagi terlalu banyak menambahkan zat kimia,” jelas Basuki.

Demikian pula kadar pH air yang berada di kisaran 5,78 disebutnya tidak terlalu jelek. Sebab biasanya wilayah gambut pH rata-rata berada di angka tiga atau empat. Dengan pH senilai itu air terlalu asam dan untuk membuat kualitas air menjadi baik dibutuhkan zat kimia yang lumayan banyak serta biaya yang tidak sedikit.

“pH normal berada di kisaran 7, dengan level itu akan menghasilkan kualitas air yang baik,” imbuhnya.

Basuki juga mengapresiasi PDAM Tirta Khatulistiwa yang merupakan salah satu 10 besar PDAM terbaik di Indonesia. Masuk dalam 10 besar terbaik itu lantaran dari sisi manajemen keuangan, pelayanan maupun kualitas air yang dihasilkan cukup bagus. Apalagi, PDAM mampu meraup keuntungan yang signifikan dan tidak merugi.

“Tahun depan kita akan bekerja sama membangun IPA di Jalan Imam Bonjol dengan kekuatan distribusi airnya disamakan dengan IPA PDAM Pontianak Timur,” pungkasnya.

Sementara Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, Menteri PUPR mengapresiasi upaya Pemkot Pontianak yang melakukan pembangunan selaras dengan pemerintah pusat.

Kendati di wilayah Pontianak Timur IPA PDAM dengan debit 300 liter perdetik bisa mencakup untuk 21.000 hingga 24.000 pelanggan, namun pihak Kementerian PUPR juga sudah melakukan tender untuk pembangunan IPA Imam Bonjol dengan kapasitas 300 liter perdetik.

“Artinya untuk air bersih dengan 300 liter per detik ditambah di Imam Bonjol kita punya 2.050 liter per detik, ini sudah cukup untuk melayani warga Pontianak 5-10 tahun ke depan,” paparnya.

Dengan demikian, pihaknya ke depan akan fokus meningkatkan kualitas air. Sutarmidji menyebut, Menteri PUPR sudah meminta kepada Kepala Balai untuk mencari lokasi pembuatan waduk.

“Pak Gubernur waktu itu sudah oke lokasinya di Sungai Ambawang dan tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Menteri,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY