Ilustrasi Pilgub Kalbar 2018 (Foto: Ist)
Ilustrasi Pilgub Kalbar 2018 (Foto: Ist)

Akankah Pilgub 2018 Terlepas Dari Politik Identitas dan Jadi Sejarah Perpolitikan di Kalbar?

KalbarOnline, Pontianak – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat 2018 akan menjadi kontestasi pilkada yang sangat menarik, mengingat ada tiga pasangan calon yang diusung parpol dan satu pasangan independen dengan catatan prestasi yang cukup bagus.

Dari keempat paslon itu, ada seorang bakal calon Gubernur perempuan yakni Karolin, Bupati Landak yang juga putri mantan Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, M.H.

Selain telah berpengalaman di dunia perpolitikan Kalbar, keempat pasangan calon ini juga tidak asing di dunia pemerintahan. Menariknya, komposisi penduduk di “Bumi Khatulistiwa” ini tidak ada yang terlalu dominan, baik dari sisi etnis maupun agama dengan jumlah penduduk sekitar 5,5 juta jiwa.

Tentunya, berbagai kalangan berharap Pilgub 2018 tidak menonjolkan strategi politik identitas yang dapat mengikis persatuan anak bangsa.

Berikut empat pasangan bakal calon yang sudah mendaftar dan diterima oleh KPU Kalbar.

Sutarmidji – Ria Norsan

Deklarasi Rakyat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Sutarmidji - Ria Norsan (Foto: Fat)
Deklarasi Rakyat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Sutarmidji – Ria Norsan (Foto: Fat)

Hampir tidak ada yang tidak kenal dengan Sutarmidji, selain karena posisinya sebagai Wali Kota Pontianak dua periode yang hingga kini masih menjabat, selama menjabat dirinya juga memiliki segudang prestasi membanggakan bagi Kota Pontianak yang merupakan ibukota provinsi Kalbar. Hal ini menjadikannya sosok yang sangat populer di Kalbar.

Terlebih lagi putra dari tokoh pergerakan Masyumi itu kini maju berdampingan dengan Ria Norsan yang tidak lain adalah Bupati Mempawah dua periode. Pasangan ini kian kuat dengan dukungan sejumlah partai besar.

Partai Golkar, PPP, PKB, Nasdem, PKS dan Hanura dengan kekuatan total 25 kursi di DPRD membuat pasangan ini percaya diri untuk melangkah.

Akan tetapi pasangan ini diperkirakan akan banyak mendapat dukungan di kalangan perkotaan, terutama dari kalangan basis pemilih Islam.

Basis pemilihnya tidak terlalu kuat terutama di kalangan pedesaan yang didominasi oleh etnis Dayak. Pasalnya, komposisi tiga dari parpol pengusung PPP, PKB, PKS merupakan pemilik basis massa Islam.

Milton Crosby – Boyman Harun

Milton Crosby dan Boyman Harun, Saat Mendaftar ke KPU (Sumber Foto: MetroTv)
Milton Crosby dan Boyman Harun, Saat Mendaftar ke KPU (Sumber Foto: MetroTv)

Paslon Milton Crosby dan Boyman Harun merupakan tokoh Kalbar yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang.

Milton tercatat sebagai Bupati Sintang selama dua periode hingga 2015 sekaligus salah satu tokoh yang getol memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kapuas Raya. Artinya, dukungan dari wilayah Kapuas Raya kemungkinan akan berpihak padanya.

Sedangkan pasangannya, Boyman Harun menjabat sebagai ketua DPW PAN Kalbar. Boyman juga tercatat sebagai Wakil Bupati Ketapang periode 2010-2015.

Dengan kekuatan minimal 13 kursi di DPRD dari Partai Gerindra dan PAN, pasangan ini harus bekerja keras lagi untuk membidik calon pemilih.

Setidaknya pasangan ini harus merebut suara dari kalangan Islam yang komposisinya mencapai 55% dari jumlah penduduk Kalbar. Pasalnya, sudah sudah ada PPP, PKS dan PKB di pihak pasangan Sutarmidji – Ria Norsan.

Kartius – Pensong

Kartius – Pensong Resmi Deklrasikan Diri Menuju Pilgub Kalbar 2018 (Foto: TKP)
Kartius – Pensong Resmi Deklrasikan Diri Menuju Pilgub Kalbar 2018 (Foto: TKP)

Meskipun tidak diusung parpol, sosok Kartius yang merupakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwista Kalbar ini cukup populer, terutama di kalangan pemilih usia muda.

Maju melalui jalur perseorangan, pasangan ini tidak kalah hebat dari sisi pengalaman pemerintahan. Pasalnya, selain Kartius pernah menjadi penjabat (Pj) Bupati Ketapang, Pensong pernah jadi anggota DPR periode 2009-2014 sehingga cukup populer di kalangan pemilih.

Pensong juga pernah maju menjadi calon Bupati Sekadau pada 2010, lalu maju lagi lewat jalur perseorangan pada 2015.

Akan tetapi, pasangan perseorangan tidak memiliki mesin politik karena tidak didukung parpol. Ini bisa jadi menjadi titik lemah paslon ini selain terjadi irisan basis pendukung pasangan ini dengan pendukung cagub Karolin. Pasalnya, Kartius dan Karolin yang menjadi pesaingnya sama-sama memiliki basis pemilih di Kabupaten Landak karena kesamaan daerah asalnya.

Karolin – Gidot

Deklarasi Pasangan Karol-Gidot (Foto: Fat)
Deklarasi Pasangan Karol-Gidot (Foto: Fat)

Karir politik kedua tokoh ini tak perlu diragukan lagi. Apalagi, dari sisi popularitas, Karolin yang tidak lain adalah putrinya Gubernur petahana Cornelis. Dia tidak saja dikenal di tingkat provinsi, namun juga di pentas nasional.

Satu-satunya kandidat wanita itu menjabat sebagai Bupati Landak periode 2017-2022 dan sebelumnya jadi anggota DPR dua periode. Sedangkan Gidot, merupakan Bupati Bengkayang dua periode.

Meski demikian, basis pemilih di Bengkayang, tidak akan sepenuhnya mengarah ke pasangan ini, lantaran, Gidot beberapa kali di demo masyarakat, atas dugaan kasus korupsi yang ia lakukan.

Mengenai basis dukungan untuk pasangan ini, parpol menjadi indikator utama. Maka tak salah lagi pasangan ini merupakan pasangan terkuat, pasalnya parpol pengusung menguasai 27 kursi di DPRD dari PDIP, Partai Demokrat, dan PKPI.

Hanya saja, saat menjadi anggota DPR nama Karolin pernah tercoreng karena skandal video porno yang hingga kasusnya kini tidak tuntas. Meski sempat membantah terlibat dalam kasus itu, namun dia sempat disidang oleh Mahkamah Kehormatan Dewan di DPR.

Sedangkan, dari sisi basis massa pemilih, paslon ini harus bekerja keras untuk menggarap pemilih berbasis muslim. Bisa jadi paslon Kartius – Pensong akan menjadi pesaing utamanya karena merupakan pasangan itu saling melengkapi dari sisi agama Kristen-Islam. (Fai)

Refrensi: Kabar24.bisnis.com

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY