Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Saat Memimpin Upacara Peringatan HUT Satpol PP ke-67, HUT Damkar ke – 98, HUT Linmas ke-55 di Depan Kantor Wali Kota Pontianak (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Saat Memimpin Upacara Peringatan HUT Satpol PP ke-67, HUT Damkar ke – 98, HUT Linmas ke-55 di Depan Kantor Wali Kota Pontianak (Foto: Jim Hms)

Ketua DPW PPP Kalbar versi Romy, Sebut Sutarmidji Sebagai Kader PPP Yang Harus Diprioritaskan oleh Partai

KalbarOnline, Pontianak – Sejumlah nama besar di Kalimantan Barat yang diisukan bakal mengikuti kontestasi memperebutkan kursi yang kini diduduki Gubernur dua periode, Cornelis. Ada nama Wali Kota Pontianak 2 (dua) periode, Sutarmidji yang telah mendeklarasikan diri.

Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PPP Kalimantan Barat, Suib, mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan penjaringan aspirasi publik di 14 Kabupaten/Kota.

Suib menyatakan, hasil dari penjaringan aspirasi publik tersebut, mayoritas masyarakat meminta Ketua DPW PPP Kalbar, Sutarmidji (Wali Kota Pontianak) paling diminati masyarakat untuk maju di Pilgub akan datang. Sementara untuk pasangannya, masyarakat meminta yang terpenting dapat bekerja membantu sang Gubernur.

“Sampai hari ini kami belum memutuskan siapa Cawagub kita, karena inginnya kami Pilgub akan datang menghasilkan sebuah pemimpin yang ideal,” tutur Suib.

Pengertian ideal yang dimaksud, lanjutnya, adalah menghasilkan kepala daerah dengan kriteria mendapat legitimasi (sah secara politik), akseptabel (bisa diterima oleh sebagian besar khalayak), kredibel (terpercaya), kapabel (berkapasitas), dan kompeten (memiliki karakteristik yang muncul dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan perilaku, serta semangat membangun).

“Kami tidak bermuluk – muluk dalam menentukan wakil yang terpenting adalah semangatnya sama, karena aspek legitimasi dan akseptabel dengan sendirinya,” tukasnya.

“Karena kita berangkatnya bukan dari ambisi tong kosong nyaring bunyinya, maka tetap posisi wakil juga sambil menunggu aspirasi publik yang terus mengalir sampai saat ini, dan nantinya akan dipertimbangkan oleh Sutarmidji, artinya pak Sutarmidji tidak muluk – muluk, yang penting ada kesamaan visi dan misi serta semangat membangun Kalbar yang luas ini, melanjutkan yang baik, dan menyempurnakan yang kurang maksimal selama ini,” tutur Suib.

Komunikasi politik, lanjut Suib, di lintas Parpol juga terus intens dilakukan dan aspirasi masyarakat Kalbar pun terus digali. Sehingga calon Gubernur ini benar – benar lahir dari hati nurani masyarakat pada tingkatannya masing masing.

Terkait pencalonan pada tingkat parpol,  tentunya tetap berkoalisi mengingat kursi PPP itu hanya 4, sedangkan untuk memenuhi syarat mengusung mininal 13 kursi.

“Dari kekurangan ini kita tetap harus berkoalisi dan kita tidak ada masalah yang jelas sudah 4 parpol yang sudah merapatkan barisan, walaupun sudah cukup syarat mengusung, kita tetap melakukan komunikasi kepada parpol lain untuk bergabung lebih banyak lebih bagus kan,” tuturnya.

Ia menambahkan terkait isu yang mengatakan jika Sutarmidji memiliki jalur independen, pihaknya tentu akan mengkajinya.

“Jujur saja kalau kita mau jalur independen kita tidak lama mencari dukungan, paling lama tiga bulan selesai, karena yang mengumpulin KTP/KK tanpa kita organisir masyarakat sudah banyak yang mengumpulkan dan sudah hampir satu tahun ini. Karena saking semangatnya masyarakat di daerah-daerah kepada Pak Midji, padahal posko relawan belum kita buka, dan pengorganisiran pun belum kita perkuat,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan membuka posko aspirasi di daerah. Ini digunakan selain menampung aspirasi masyarakat dan relawan, juga mempersiapkan untuk membuka pintu aspirasi posisi Wakil Gubernur yang diinginkan masyarakat.

“Namun pada intinya rata-rata publik percaya penuh kepada Pak Sutarmidji untuk menentukan wakilnya sendiri,” tandasnya.

Di sisi lain, statement mengejutkan terlontar dari bibir Retno Pramudya, Ketua DPW PPP Kalbar versi Muhammad Rohmahurmuziy alias Romy. Walau Wali Kota Pontianak Sutarmidji merupakan kader PPP di barisan Djan Faridz, ia tetap menyebut Sutarmidji sebagai kader PPP yang harus diprioritaskan oleh partai.

“Ya. Termasuk Pak Sutarmidji, kemudian kader kita lainnya juga ada AM Nasir, Bupati Kapuas Hulu dan Hj Hairiah, Wakil Bupati Sambas. Kita akan usahakan semaksimal mungkin memprioritaskan kader kita. Tentunya kader yang tebaik akan kita usulkan,” tutur Retno.

Untuk itu, saat ini PPP Kalbar sedang melakukan komunikasi-komunikasi intens dengan sejumlah partai.

“Kursi kita di DPRD Provinsi hanya 4 saja. Tidak cukup dan sangat jauh,” ucapnya.

Tak perlu dirahasiakan, Retno menyebut partai-partai yang sangat intens berkomunikasi dengan PPP dalam menghadapi Pilgub. Diantaranya PAN, Nasdem, PKB, dan PKS.

“Tinggal menunggu last minute-nya nanti,” pungkas Retno. (Fat)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY