Kegiatan kampanye 1.000 HPK dan penimbangan massal balita yang digelar PKK dan DP2KBP3A Kota Pontianak (Foto: Jim)
Kegiatan kampanye 1.000 HPK dan penimbangan massal balita yang digelar PKK dan DP2KBP3A Kota Pontianak (Foto: Jim)

Kampanye 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan Penimbangan Massal

KalbarOnline, Pontianak – 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa periode emas, di mana pada periode itu masa yang sangat penting bagi pembentukan tumbuh kembang anak.

Untuk itu, Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kota Pontianak bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak menggelar kampanye 1.000 HPK dan penimbangan massal balita di halaman Kantor Lurah Akcaya Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (28/11).

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar di UPTD Puskesmas Pontianak Timur sepekan lalu.

Ketua TP-PKK Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji menekankan, pentingnya memberikan perhatian khusus pada 1.000 HPK untuk mencetak anak-anak Indonesia yang sehat dan cerdas. 1.000 HPK dimulai sejak dari kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).

Pada masa itu, perkembangan janin, dari sejak dalam kandungan hingga anak memasuki usia 2 tahun, menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang di masa depan.

“Pada masa-masa itu, penting untuk dilakukan adalah pemenuhan gizi pada anak sejak masih di dalam kandungan dan setelah lahir sampai berusia 2 tahun,” ujarnya.

Sebab, terang dia, mereka yang mengalami kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan memiliki resiko terjadinya penyakit tidak menular, hambatan pertumbuhan kognitif sehingga kurang cerdas dan kompetitif serta pendek atau lebih dikenal dengan istilah stunting.

Lismaryani menjelaskan, pada 1.000 HPK, ada sembilan hal penting yang harus diperhatikan, yakni selama hamil, makan makanan bergizi seimbang, memeriksa kehamilan secara rutin, meminum tablet penambah darah, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bagi bayi yang baru lahir, memberikan ASI saja selama enam bulan, menimbang berat badan bayi secara rutin setiap bulan, memberikan imunisasi lengkap bagi bayi, melanjutkan pemberian ASI hingga bayi berusia 2 tahun.

“Dan terakhir memberikan makanan pendamping ASI secara bertahap pada usia 6 bulan dengan tetap memberikan ASI,” paparnya.

Ia mengajak ibu-ibu yang memiliki balita untuk mau dan dengan penuh kesadaran membawa balita ke posyandu untuk dipantau tumbuh kembangnya.

“Tujuannya supaya tidak ada balita yang kurus atau gizi buruk di Kota Pontianak ini,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Camat Pontianak Selatan, Fursani menambahkan, anak-anak memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa. Untuk itu, mereka harus sejak dini dipersiapkan, dari sejak dalam kandungan hingga terlahir di dunia. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus berupaya memenuhi hak-hak anak.

“Salah satunya melalui kegiatan kampanye 1.000 HPK dan penimbangan massal ini untuk mengetahui tumbuh kembang anak serta perkembangan kesehatan anak,” katanya.

Indriati (39) warga Gang Karya Bhakti III, mengatakan, dirinya membawa anaknya yang masih berusia 2 bulan untuk ditimbang. Ia mengaku mengetahui adanya kegiatan penimbangan massal setelah diberitahu oleh pihak kelurahan.

“Pelayanannya cepat, tadi anak saya ditimbang beratnya 5,9 kilogram dan panjang 60 centimeter,” tandasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY