Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al – Fajri Desa Baning Kota (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al – Fajri Desa Baning Kota (Foto: Sg/Hms)

Masjid Al – Fajri Desa Baning Kota

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al – Fajri Desa Baning Kota Kabupaten Sintang, Rabu (20/9).

Turut hadir Kepala OPD Dinas Perindagkop, anggota DPRD Kabupaten Sintang, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang dan tokoh agama Desa Baning.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, sangat mengapresiasi dilaksanakannya pembanggunan Masjid Al – Fajri Desa Baning Kota guna mewujudkan masyarakat yang religius, karna melihat kebutuhan umat beragama adalah kerinduan untuk memiliki sarana ibadah yang memadai, baik masjid maupun surau, baik itu di daerah pedalaman maupun yang di kota, dan sudah barang tentu sarana ibadah untuk umat agama yang lain juga. Sebab mereka juga membutuhkan sarana ibadah yang memadai.

Akan tetapi, lanjut Bupati, instrumen pembangunan Masjid Al – Fajri ini hanya didapatkan dari dana APBD yang disalurkan melalui umat beragama masing-masing yang jumlahnya tidak begitu memadai.

Mulai tahun anggaran ini kita buat instrumen khusus dan kemudian akan disalurkan secara adil bahwa seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Sintang dibantu dengan pendanaan khusus untuk  segera mewujudkannya.

Untuk umat Islam disiapkan dana sebesar Rp5 miliar yang dialokasikan dari dana hibah Kabupaten Sintang. Yang pertama untuk menyiapkan asrama haji supaya lebih memadai untuk para jamaah haji yang ada di Kabupaten Sintang khususnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa dalam pembangunan masjid ini ada bantuan yang disalurkan melalui dana hibah, dan juga kepada ormas Islam yang ada di Kabupaten Sintang yang didapatkan melalui dana hibah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam pembangunan Masjid ini sudah barang tentu disesuaikan dengan proposal yang diajukan dari pihak panitia pembanggunan Masjid Al-Fajri tersebut yaitu dengan besaran dana Rp1,1 miliar.

Diharapkan dengan kisaran dana tersebut bisa memotivasi pengurus panitia pembangunan dan para jamaah Masjid Al-Fajri serta umat Islam di Kabupaten Sintang serta dapat bersama-sama bergandeng tangan untuk mewujudkan Masjid Al – Fajri ini yang lebih refresentatif lebih memadai dan lebih religius.

“Dalam pembangunan masjid ini tentunya belum memadai dengan dana yang ada akan tetapi dengan tekad dan keinginan bersama mampu membangun masjid ini dengan sempurna sebab dana yang dibutuhkan sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan secara keseluruhannya. Wujud nyata kerja bersama itu seperti membangun masjid, karena membangun masjid merupakan ikon dan cara kita selaku umat  beragama bergotong-royong untuk membantu mewujudkan keinginan dan cita-cita bersama,” tukas Bupati.

Ketua Umum Pengurus Masjid Al-Fajri, H Hotler Panjaitan mengatakan bahwa dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sintang yang religius dan visi pembangunan Kabupaten Sintang dengan misi meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengalaman beragama dalam kehidupan sosial bagi umat Islam oleh karena itu pembangunan sarana dan prasarana ibadah merupakan fasilitas pendukung dan sangat penting bagi umat Islam untuk menunaikannya.

Hotler menambahkan bahwa mengingat eksistensi bangunan Masjid Al –Fajri sebagai masjid tertua di Desa Baning Kota (sejak tahun 1997) dan sudah berumur 20 tahun lebih dan bangunan yang sudah mengalami kerusakan dan kapasitas yang sudah tidak memadai untuk menampung jamaah dalam melaksanakan ibadah maka dengan ini masyarakat Desa Baning Kota berkeinginan membangun Masjid Al-Fajri yang lebih besar.

“Lebih layak dan sudah barang tentu yang lebih refresentatif guna meningkatkan kesempurnaan dalam melaksanakan ibadah. Dan kegiatan kegiatan keagamaan yang lainnya, adapun luas pembangunan Masjid Al-Fajri ini berukuran 30 x 30 meter2, dan mampu menampung jamaah sebanyak kurang lebih 1500 jamaah,” pungkasnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY