KalbarOnline, Sintang – Rumah Betang Panjang yang terletak di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai merupakan salah satu icon di Kabupaten Sintang yang terkenal dengan rumah betang dengan bentuk yang masih asli dan hasil kerajinannya, selain itu juga Betang Panjang ini juga merupakan destinasi wisata budaya yang ada di Kabupaten Sintang selain Bukit Kelam, hal tersebut di ungkapkan oleh Bupati Sintang ketika memberikan sambutan dalam halnya berkunjung ke Rumah Betang Panjang sekaligus membuka Gawai Adat Dayak Nuntung Pekejang, Kamis (14/7).

Tampak hadir sejumlah pimpinan SKPD yang terkait, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Anggota DPRD Sintang, Forkopimcam.

Lanjut Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan sambutannya, yang dimana pada intinya Pemerintah Kabupaten Sintang beserta rombongan datang kesini tidak lain untuk melihat kondisi secara langsung bagaimana kondisi Rumah Betang Ensaid Panjang sekaligus membuka gawai adat dayak yang ada didesa ini yang dimana pada desa ini nantinya kita segera membangun beberapa proyek pembangunan yang beraspek pariwisata tentunya tujuan utama untuk membantu masyarakat Desa Ensaid Panjang lebih maju, karena Rumah Betang Panjang Ensaid Panjang merupakan ikon Kabupaten Sintang, kalau ada turis mancanegara, turis lokal yang datang, yang mereka ingat Bukit Kelam dan Rumah Betang Panjang Ensaid Panjang, sehingga rumah betang ini dalam rencana tata ruang yang sudah dibuat dalam rancangan peraturan daerah Kabupaten Sintang merupakan kawasan pariwisata, selain itu juga kami akan memperbaiki pembangunan infrastruktur dasar yang dimana nantinya jika sudah diperbaiki infrastrukturnya, masyarakat dan pemerintah saling bersinergi untuk menjaga kelestarian lokal yang ada di Desa kita,” tutur Jarot.

“Kepada para masyarakat yang membuat kerajinan tenun, anyaman dan sebagainya, kami akan berkoordinasi kepada toko retail yang ada di Kabupaten Sintang, serta memperbaiki Galeri Pasar Seni untuk menjual hasil kerajinan yang dihasilkan dari ensaid panjang ini,” imbuhnya.

Masih kata Jarot, tentunya membangun aspek wisata budaya tidak berarti apa-apa jika infrastruktur tidak baik, saya minta kepada PU agar APBN-P 2017 nanti digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan dari simpang baning sampai ke baning panjang, dari simpang merpak sampai ke ensaid panjang UPJJ harus disiapkan, juga Ada pesan pembangunan, saya sangat berbahagia sudah lihat percetakan sawah sebanyak 70 hektar, perlahan-lahan beralih dari beladang dengan membuka lahan tanpa membakar, karena Kabupaten Sintang sudah ditemukan 7 titik api, untuk masyarakat jangan membakar hutan dan lahan. Jagalah alam kita, daerah kita merupakan daerah perkebunan, jagalah keamanan secara kondusif,” imbaunya.

Sementara Kepala Desa Ensaid Panjang, Mamud mengatakan dirumah betang ensaid panjang inilah gawai kami lakukan yang sudah sejak jaman dahulu kala, jaman nenek moyang leluhur yang sampai saat ini kami lestarikan, selain itu juga, disamping setiap tahun melaksanakan gawai adat, juga rumah betang ensaid ini merupakan salah satu icon kabupaten Sintang yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

“Kepada Bapak Bupati beserta rombongan saya selaku kepala Desa Ensaid Panjang mewakili suara rakyat kami berharap agar rumah betang dengan 28 pintu ini agar dapat dilestarikan sebagai rumah adat istiadat yang dekat dengan ibukota Kabupaten Sintang, selain itu infrastruktur jalan juga kami berharap untuk dapat diperbaiki, karena mengingat daerah ini merupakan banyak wisatawan yang datang ke ensaid panjang ini serta kepada dinas instansi terkait agar dapat memberikan motivasi, memberikan peluang, memberikan bantuan untuk kerajinan anyaman yang dihasilkan oleh para masyarakat yang tinggal di rumah betang ini, juga inginkan produk-produk yang dibuat oleh masyarakat untuk dapat dijual sampai ke Sintang agar perekonomian masyarakat juga ikut berputar,” pinta Mamud. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY