Salah Seorang Komplotan Begal Yang Beraksi di Jalan Sultan Abdurrahman, Eko Saputra, Pria Asal Palembang Saat Diinterogasi Petugas di RS Bhayangkara, Pontianak (Foto: Ist)
Salah Seorang Komplotan Begal Yang Beraksi di Jalan Sultan Abdurrahman, Eko Saputra, Pria Asal Palembang Saat Diinterogasi Petugas di RS Bhayangkara, Pontianak (Foto: Ist)

KalbarOnline, Pontianak – Tim Jatanras Polresta Pontianak berhasil mengamankan seorang pelaku begal, Eko Saputra (28) saat beraksi di depan ATM BRI, Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak, Jum’at (9/6) sekitar pukul 11.00 WIB.

Salah seorang korban, Jumariani mengatakan bahwa pada waktu itu ia bersama Nurbaiti berada di depan ATM, ada seorang pria menghampiri dan merampas tas yang dibawa Nurbaiti. Kedua korban pun berusaha melakukan perlawanan.

“Orang itu datang dan merampas tas, kemudian mengayunkan pisau yang dibawanya ke arah Nurbaiti. Saya sempat melawan dan terjatuh kemudian berteriak minta tolong,” ujar Jumariani seperti yang KalbarOnline kutip dari kompas.com.

Kemudian datang lagi seorang pria, awalnya Jumariani mengira pria itu hendak membantu, namun ternyata keduanya adalah komplotan begal.

Untungnya, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut cukup ramai sehingga warga yang melintas berusaha memberikan pertolongan. Termasuk, tukang parkir di kawasan tersebut yakni Mulyadi.

Mulyadi sempat memberikan pertolongan sebelum ditikam pelaku di bagian belakang.

Sementara pelaku Eko mengatakan, ia bersama ketiga rekannya berasal dari Indralaya, Palembang, Sumatera Selatan. Ketiga rekannya yakni Andika, Ilham, dan Amri yang hingga kini masih buron.

“Kami berempat menunggu sekitar 10 menit di depan ATM itu, kemudian langsung mendekati orang yang ada di ATM. Saat itu, korban bawa tas, dua-duanya perempuan. Yang bawa tas itu yang saya ambil. Kami masing-masing bawa pisau,” paparnya saat dirawat di RS Bhayangkara.

Saat mengambil tas, lanjut Eko, korban melawan dan berteriak. Ia kemudian diamankan massa dan polisi. Sedangkan ketiga rekannya berhasil melarikan diri.

Eko mengaku baru seminggu di Pontianak. Ia datang bersama seorang rekannya yaitu Andika, sedangkan dua orang rekan lainnya sudah terlebih dahulu berada di Pontianak.

“Rencana mau jualan untuk Lebaran. Jualan obat, tapi susah, gak laku-laku jualannya. Bingung jadinya, jualan macet gak sesuai modal,” tukasnya.

Rencananya, uang dari hasil jualan itu akan digunakan untuk Lebaran di kampung halaman. Namun rencana itu gagal karena Eko harus mendekam di sel tahanan Polresta Pontianak akibat aksinya tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhamad Husni Ramli mengatakan bahwa sempat terjadi perlawanan ketika Eko dibawa kepolisian untuk mengejar pelaku lainnya. Akhirnya polisi melepaskan tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa tas, sejumlah uang, senjata tajam, dan kendaraan yang digunakan.

“Korban hingga saat ini masih dalam perawatan. Para pelaku ini mengaku baru beberapa hari di Pontianak dan berdalih menjual obat,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY