Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kabupaten Kapuas Hulu, Joni Cahyadi (Foto: Ishaq)
Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kabupaten Kapuas Hulu, Joni Cahyadi (Foto: Ishaq)

Diikuti 1113 Orang Peserta

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Kabupaten Kapuas Hulu diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah perayaan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-43 tahun Provinsi Kalimantan Barat, 19-22 Juli 2017.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kapuas Hulu Joni Cahyadi, S.Kep  kepada KalbarOnline, mengatakan bahwa persiapan sudah 90 persen.

“Bahkan sudah ada kontingen dari kabupaten lain yang berdatangan,” ujarnya, Senin (17/7).

Menurut Joni, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun di kabupaten yang berbeda.

Ia menjelaskan, perayaan HUT PPNI ke-43 tahun ini akan dikemas berbeda dari kabupaten lain dan diikuti 1113 orang peserta dari 14 Kabupaten/Kota se Kalbar. Selain itu HUT PPNI ini akan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, SH dan akan dihadiri pengurus DPP PPNI Harif Fadillah, S.Kp, SH dari pengurus DPW PPNI Kalimantan Barat.

“Kali ini akan ada `napak tilas` Florence Nightingale sebagai tokoh perawat dunia. Kegiatan itu belum pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya,” jelas Joni.

Joni mengatakan, pada peringatan kali ini juga akan dilaksanakan beberapa kegiatan seperti seminar, temu ilmiah, nursing expo, lomba duta perawat, lomba koor mars PPNI, pertandingan buluh tangkis, bola voli, tenis meja, futsal, pertemuan pengurus PPNI se-Kalbar, senam dan festival kerupuk basah dan bakti sosial sunatan massal.

Dirinya berharap perayaan HUT PPNI bisa berjalan lancar dan sukses. Oleh sebab itu Ia berharap dukungan semua pihak baik masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

“Paling tidak kita menunjukkan bahwa Kapuas Hulu nyaman dikunjungi sehingga siapapun yang datang betah apalagi rasa kekeluargaan yang selama ini selalu kita jaga, dalam HUT PPNI ini akan mengangkat dan memperjuangkan program Satu Desa Satu Perawat, hal ini bertujuan untuk menjadi perhatian dari Pemerintah dalam memperjuangkan nasib tenaga perawat yang masih kontrak,” pungkasnya. (Ishaq)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY