Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Drs Marchues Afen, Saat Memberikan Sambutannya Pada Kampanye Karhutla (Foto: Sg/Hms)
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Drs Marchues Afen, Saat Memberikan Sambutannya Pada Kampanye Karhutla (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Mewakili Bupati Sintang, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Drs Marchues Afen, M.Si, memberikan orasi pada kampanye karhutla di kompleks Stadion Baning Sintang, belum lama ini.

“Hari ini kita menghadiri kampanye untuk menyelamatkan hutan kita. Kita harus menjaga hutan lindung dan seluruh hutan kita. Karena itu merupakan aset kita di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Afen, keberhasilan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan tentunya berkat kerja sama dengan semua pihak, untuk tidak membakar hutan. Para pelajar pun dapat mengambil peran dengan mengingatkan kepada orang tuanya agar juga tidak ikut membakar lahan di kampung.

“Kita hanya meminjam hutan ini, kalau kita bakar, hutannya jadi gundul bukan hanya akibat sesaat seperti asap dan kekeringan yang kita rasakan tapi juga perubahan iklim akan menjadi masalah mendatang. Hutan lindung kita sangat luas, ada Bukit Baka, ada Hutan Wisata Baning, jangan dijarah, jangan ada penambangan emas liar yang juga merusak,” serunya penuh semangat.

“Kita fokus menjaga hutan kita. Kita bersyukur karena tahun ini curah hujan kita cukup tinggi. Beberapa tahun lalu ketika saya menjadi Kepala Dinas Pendidikan kami pernah meliburkan siswa karena asap yang melebihi ambang batas. Sebagai akibat hutan kita yang terbakar,” ujarnya sedih.

Sekarang ini pemerintah sangat gencar mengantisipasi perihal karhutla ini. Pemerintah akan berhasil jika didukung oleh masyarakat. Masyarakat harus ikut melindungi dan tidak membakar hutan secara semena-mena.

Sementara, Kepala Manggala Agni Da Ops Sintang, Kadarwanto menyampaikan bahwa penanganan titik hotspot api di Sintang sangat menurun jika dibandingkan tahun 2016. Daerah operasi yang meliputi Sanggau, Melawi, Sekadau dan Sintang pada tahun 2017 untuk hotspot turun hampir 70%.

“Selama tahun 2017, kita hanya 6 kali turun memadamkan api, antara lain ke Bale Agung, Jerora 1, Menyumbung, Akcaya 1. Tahun ini daerah paling rawan karhutla tahun lalu yaitu di Kecamatan Ketungau Hilir turun hingga 80%,” tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, petugas Manggala Agni tetap melakukan patroli bersama TNI Polri dan masyarakat untuk memantau lokasi-lokasi yang rawan karhutla. Ada 4 kecamatan yang menjadi titik fokus patroli yang menjadi daerah rawan bencana, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, Kayan Hilir, dan Kayan Hulu.

“Kegiatan hari ini, kita mengajak masyarakat utnuk mengantisipasi tahun 2018. Dengan harapan kita menyadarkan terkiad dengna pengendalian kebakaran. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih sedikti lagi titik hotspot dan titik pemadaman,” tukasnya.

Sebagai pelaksana pada kegiatan ini Manggala Agni Daerah Operasi Sintang, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Kalimantan.

Kegiatan ini mengusung tema, ‘partisipasi aktif generasi muda ikut melaksanakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui semangat sumpah pemuda’.  Terpasang juga slogan acara, ‘ayo…!!! kita jadikan Kabupaten Sintang bebas kabut asap karhutla,”.

Kegiatan ini dimulai dengan melakukan senam bersama, diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan, baik dari jajaran polres Sintang, mahasiswa dan pelajar yang ada di kota Sintang. untuk menyemarakakan kegiatan, Manggala Agni juga menyemarakkan acara ini dengan mengundi beberapa doorprize. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY