MIDJI-NORSAN Akan Menggelar Deklarasi Rakyat Menuju Pilgub Kalbar Untuk Kalbar Berprestasi (Foto: RMN)
MIDJI-NORSAN Akan Menggelar Deklarasi Rakyat Menuju Pilgub Kalbar Untuk Kalbar Berprestasi (Foto: RMN)

KalbarOnline, Pontianak – Sektor infrastruktur dan pembangunan manusia masih menjadi problem utama di Kalimantan Barat.

Sejumlah infrastruktur jalan provinsi maupun jalan negara rusak parah, terlebih lagi apabila di musim penghujan, akan sulit ditempu.

Mengenai hal tersebut, calon Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menjabarkan, programnya untuk mengatasi problem tersebut.

Menurut Wali Kota dua periode ini, yang paling penting dari pembangunan infrastruktur adalah jalan.

“Sebab, apabila jalan rusak, semuanya sulit, daya saing juga menurun,” ucapnya.

Pentingnya pembangunan jalan, lanjutnya, merupakan tujuan utama pembangunan infrastruktur.

Selain itu, menurutnya, hal tersebut sesuai amanat Presiden Joko Widodo.

“Presiden minta kita lebarkan jalan provinsi jadi 6 meter. Bahkan saya sanggupi untuk dilebarkan menjadi 7 meter,” tekadnya.

Dirinya juga menginginkan, dalam pembangunan infrastruktur jalan, untuk dibangun sekaligus dengan daya beban yang besar.

“Saya akan bangun jalan yang bagus, sekaligus, dan daya beban 75 ton, dengan kualitas yang paling bagus, jadi tidak susah lagi merawatnya, di Pontianak itu biaya perawatan jalan tidak besar,” tegasnya.

“Kenapa sekaligus, karena selama ini pembangunan jalan, tidak dilakukan dengan benar, jadi apabila yang disini diperbaiki, terus lanjut yang disana, belum berapa lama jalan yang sudah diperbaiki sebelumnya sudah rusak lagi. Bagaimana bisa merata?, Pemprov tidak punya inovasi, sehingga kendalanya itu – itu saja,” timpalnya.

Untuk itu, jika terpilih sebagai Gubernur, Sutarmidji meyakini, mampu menyelesaikan problem infrastruktur jalan dalam waktu kurang dari 3 tahun.

“Saya yakin bisa atasi masalah jalan dalam waktu kurang dari 3 tahun. Mengenai anggarannya, akan saya bahas pada debat nanti,” tegasnya.

Bicara mengenai indeks pembangunan manusia (IPM) di Kalbar, dari 34 provinsi, Kalbar menempati urutan ke 29.

“Jadi wajar hanya begini – begini saja. Rata – rata pendidikan di Kalbar baru 7,2 tahun, bagaimana mau mengundang investor kesini?, karena begitu mereka investasi sekalipun puluhan triliyun untuk pabrik mereka, tetapi tidak ada sdm yang sesuai untuk pencapaian produksi, maka mereka tidak akan mau masuk,” tukasnya.

Dirinya juga menargetkan IPM di Kalbar akan naik di urutan 20 besar, dengan menerapkan metodeologi yang benar.

“Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika metodologinya benar. Seluruh tata kelola terbaik pemerintahan semua ada di Pontianak. Saya yakin bersama Ria Norsan dan partai koalisi membuat Kalbar menjadi yang baru, maju, dan sejahtera,” tekadnya.

Sementara di bidang pendidikan, Sutarmidji berencana memanfaatkan teknologi infromasi, untuk percepatan pendidikan.

“Jadi tidak harus membangun ribuan ruang kelas baru, kita perkuat internet – internet di kawasan – kawasan yang masih lemah, kita jangkau semua sistem di daerah Kalbar bahkan sampai pelosok. Pendidikan akan kita pantau dengan memusatkan pendidikan di satu daerah, kemudian akan kita pantau jarak jauh. Selain itu, proses belajar mengajar dapat efesien dan berjalan lancar, tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY