Ilustrasi Narkoba (Foto: Ist)
Ilustrasi Narkoba (Foto: Ist)

Bersama Perangi Narkoba

KalbarOnline, Sambas – Kabag Ops Polres Sambas, Kompol Jajang menjelaskan bahwa dari hasil assessment yang dilakukan BNN Provinsi Kalbar terhadap 6 (enam) pengguna narkoba yang diamankan, nantinya akan diketahui dari mana asal daerah pengguna tersebut, sehingga akan menentukan upaya penanganan selanjutnya.

“Setelah hasil assessment keluar, dari yang diamankan karena positif menggunakan narkoba ini, kalau seandainya orang Kabupaten Sambas, nanti mungkin dirujuk ke RSUD Sambas untuk diberikan konseling atau mungkin kalau memang perlu pengobatan ya akan diberikan pengobatan,” jelasnya seperti dilansir dari Pontianak.tribunnews.com.

Apabila pengguna yang positif itu misalkan dari luar daerah, karena ada juga beberapa dari luar daerah, mungkin nantinya dari pihak BNN yang akan merujukkan ke rumah sakit setempat atau mungkin di mana yang bersangkutan berada.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dari 6 (enam) orang yang dinyatakan positif itu, dua diantaranya anak masih usia sekolah, satu orang masih SMP (Paket B) serta satu orang lainnya lagi sudah putus sekolah.

“Pada intinya kalau dilihat memang masih dalam usia produktif, sehingga dari hal ini berarti narkoba ini sudah menyasar usia-usia produktif, ini artinya anak-anak kita sudah seharusnya kita jaga bersama. Jangan sampai tahu terlebih lagi terjebak dengan narkotika,” jelasnya lagi.

Kenyataannya, Kabag Ops mengungkapkan bahwa saat ini di Kabupaten Sambas, khususnya di Kota Sambas sudah ada ditemukan pengguna usia produktif yang menjadi pecandu narkoba dan menghisap Lem.

“Jadi disamping anak-anak yang ngelem, sudah pula kami amankan anak yang mengkonsumsi atau memakai narkoba jenis sabu-sabu ini,” ungkapnya.

Pihaknya sangat berterimakasih dengan adanya operasi razia yang dilaksanakan bersama dengan BNN Provinsi Kalbar.

“Polres Sambas sangat berterimakasih, karena dalam arti Polres Sambas dalam penegakan hukum khususnya terkait narkoba, sudah melebihi target yang ditentukan oleh Polda Kalbar,” tuturnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa tak hanya karena telah memenuhi target dari Polda Kalbar. Ucapan terimakasih yang disampaikannya kepada BNN Provinsi Kalbar tersebut, karena dalam upaya memerangi narkoba di wilayah Kabupaten Sambas, pihaknya juga mengalami keterbatasan anggaran.

Sehingga, dengan adanya dukungan kegiatan operasi razia dari BNN Provinsi Kalbar. Dapat terus mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Kabupaten Sambas.

“Kami sudah melebihi target dari Polda, meskipun kami juga memiliki keterbatasan dari pada anggaran maupun keterbatasan alat kit untuk melakukan tes urin, jadi untuk narkoba sendiri tidak ada. Jadi kalau seandainya ada razia-razia seperti ini dari BNN, kami sangat berterimakasih juga, karena kami bisa dibantu. Kalau seandainya kami sendiri yang membeli alat tes urin tersebut, harganya sekitar Rp150 ribu untuk alat tes tersebut,” pungkasnya. (Mur)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY