Bupati Sintang, Jarot Winarno Bersama Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Bersalaman Dengan Seluruh ASN Pada Halal Bi Halal di Lingkungan Pemkab Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Bersama Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Bersalaman Dengan Seluruh ASN Pada Halal Bi Halal di Lingkungan Pemkab Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang melaksanakan Halal Bi Halal Idul Fitri 1438 Hijriah di Halaman Kantor Bupati Sintang, Rabu, (5/7).

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa saat ini kita masih dalam suasana perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah puasa selama sebulan, perayaan Idul Fitri harus kita letakkan sebagai instrumen mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik dan bersih. Nilai keikhlasan yang melekat pada ibadah puasa, mengajarkan kita untuk berbuat tanpa pamrih dalam melayani masyarakat. Ibadah puasa juga mampu menjadikan aparat birokrat untuk peka terhadap lingkungan dan selalu memberikan pertolongan bagi yang memerlukannya. Bahkan ibadah puasa dapat melatih kejujuran dengan melakukan perbuatan yang benar dalam bertindak,” ujar Bupati Jarot.

“Maka dari itu, momentum perayaan Idul Fitri kali ini, saya mengajak kita semua untuk mengaktualisasikan nilai keikhlasan, kepekaan dan integritas. Penyakit birokrasi Pemerintahan yang selalu menuntut pamrih dalam melayani, lamban merespon persoalan publik dan sulit dipercaya, dapat kita perbaiki dengan spiritualitas puasa yang telah kita jalani sebelumnya,” tutur Bupati Sintang.

Dalam kesempatan Halal Bi Halal tersebut, Bupati Sintang mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang agar memacu pelaksanaan kegiatan yang sudah dianggarkan.

“Karena tanpa terasa, seiring berjalannya waktu, kita telah memasuki awal triwulan ketiga dalam pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2017. Hingga saat ini, realisasi belanja langsung kita baru mencapai 17,14%, sedangkan realisasi belanja tidak langsung mencapai sekitar 41,05%. Pemerintah pusat telah mengingatkan kita untuk menghindari dana mengendap atau idle fund dalam menajemen keuangan daerah. Intinya, kita harus cepat merealisasikan belanja secara tepat dan efisien sehingga kekuatan fiskal kita benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” tegas Bupati.

Oleh karenanya, saya meminta semua Pimpinan OPD beserta seluruh staf, agar mengambil langkah percepatan realisasi belanja di satuan kerja masing-masing. Fokuslah pada target prime mover pembangunan kita, pastikan alokasi anggaran tersebut menyentuh kebutuhan masyarakat. Saya juga meminta kita untuk terus memupuk kekompakan dan soliditas serta menjaga prinsip kehati-hatian dalam bekerja, agar tidak terjerat kasus hukum,” pesan Bupati. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY