Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Arahannya, Pada Pengukuhan Pengurus PDGI Cabang Kapuas Raya (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Arahannya, Pada Pengukuhan Pengurus PDGI Cabang Kapuas Raya (Foto: Sg/Hms)

Bupati harap program aplikatif dihidupkan kembali

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menilai bahwa saat ini perlu dihidupkan kembali program yang bisa langsung dipraktekan secara massal. Misalnya, Bupati sebut, program cuci tangan massal, gosok gigi dengan fluoride dan minum obat cacing massal di sekolah dasar.

“Persatuan Dokter Gigi Indonesia perlu menyusun program aplikatif yang bisa diterapkan langsung secara massal,” ujar Bupati saat memberikan sambutannya di hadapan para dokter gigi se-Kapuas Raya saat pengukuhan Pengurus PDGI Cabang Kapuas Raya di Aula Dinas Kesehatan, Jumat (24/11).

Bupati juga menyampaikan bahwa perkumpulan seperti PDGI sangat bermanfaat untuk wadah silaturahmi antar anggota, memperjuangkan kepentingan anggota, saling membantu, mengawal standar profesi dokter gigi yang sejalan dengan perkembangan teknologi, memberi warna bagi pelayanan kesehatan, dan mengawal etika pelayanan dokter gigi serta menjaga marwah profesi dokter gigi.

“Saya berharap melalui perkumpulan ini, kehidupan para dokter gigi semakin sejahtera. PDGI menjadi partner Pemkab Sintang dalam mendorong kesehatan gigi dan mulut di Kabupaten Sintang,” tuturnya.

Sementara Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus PDGI Cabang Kapuas Raya, drg Ridwan Pane menjelaskan bahwa pembentukan pengurus sudah melalui proses panjang dan atas kesepakatan seluruh dokter gigi di Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu serta Kabupaten Sintang.

“Pengurus Wilayah PDGI Provinsi Kalimantan Barat juga mendukung. PDGI Kapuas Raya beranggotakan 13 orang dokter gigi di Kabupaten Sintang, 5 dokter gigi dari Kapuas Hulu, 5 orang dokter gigi dari Melawi dan 4 orang dokter gigi dari Sekadau. Ada juga 3 dokter gigi dari program nusantara sehat. Mohon kepada bapak Bupati Sintang untuk memberikan saran nasihat kepada dokter gigi yang ada di Kapuas Raya sebagai bekal kami menjalankan tugas. Kami juga melakukan bakti sosial di Desa Merti Guna Kecamatan Sintang,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, dr Ahmad Jawahir menyampaikan bahwa saat ini tenaga kesehatan terus bertambah Karena semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran.

“Alhasil para dokter semakin banyak, sehingga membantu masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan,” terangnya.

Pengurus Wilayah PDGI Kalimantan Barat, drg Sari Pawan menyampaikan informasi bahwa dokter gigi di Pontianak memang sudah cukup banyak.

“PDGI untuk mempercepat koordinasi dan konsultasi antar dokter gigi. Kita harus berperan serta dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat sehingga sejalan dengan program nasional. Kita juga terus membahas rencana masuknya pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bisa ditanggung melalui BPJS. Kita juga masih mengeluhkan hitungan pelayanan pengobatan gigi di Puskesmas masing dihargai sangat murah yakni hanya Rp2.000 saja dalam sekali pelayanan. Itu setara dengan biaya parkir kendaraan saja.  Dengan kondisi ini, dokter gigi mengalami kerugian. Tetapi kita harus tetap layani dengan iklas, anggap itu sebagai ibadah kita,” tandasnya. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY