KalbarOnline, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji sangat mengapresiasi pemutaran film  G30S/PKI yang dilakukan di Halaman Masjid Raya Mujahidin, beberapa waktu lalu. Terlebih lagi kegiatan tersebut diinisiasi oleh para anak muda.

Dirinya menegaskan bahwa komunis merupakan ideologi.

“Ideologi itu tidak akan pernah mati,” ucapnya.

Kendati diakuinya bahwa saat ini semua simbol dan lambang PKI di Indonesia dilarang, namun sebuah ideologi sampai kapanpun tidak akan pernah mati dan hilang.

“PKI itu ideologinya komunis dan tidak akan pernah mati. Memang simbol partai dan organisasi  tidak dibolehkan namun ideologi yang merupakan kepercayaan itu tidak akan pernah mati. Kalau masih ada yang ngomong kalau PKI atau paham komunis tidak ada di Indonesia maka patut dipertanyakan,” ujarnya seperti dilansir dari Pontianak.tribunnews.com.

Sejarah, lanjutnya, telah mencatat bahwa di dunia dari sekian puluh negara menganut komunis. Mereka menggunakan cara apapun yang penting tujuan mereka tercapai.

“Sejarah mencatat bahwa dimanapun diseluruh dunia dan sekian puluh negara menganut komunis. Mereka menggunakan cara apapaun yang penting tujuan mereka tercapai,” tukasnya.

Untuk itu, dirinya menekankan pentingnya bagi semua khususnya generasi muda untuk mengingat sejarah. Hal itu tentu sebagai upaya agar masa kelam tidak terulangi.

Bahkan, disebutkannya, di dalam kitab suci umat Islam isinya banyak menceritakan sejarah, dimana sebelum masa Rasulullah.

Oleh karena itulah tidak ada salahnya sejarah pemberontakan PKI di Indonesia juga harus dikenang dan satu diantara caranya dengan menonton film pengkhianatan G30S/PKI.

“Kita harus waspada kebangkitannya, dan orang yang bilang PKI sudah tidak ada maka perlu dipertanyakan. Ideologi itu tidak pernah mati,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY