Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Sambutannya, Pada Lokakarya Penyelamatan Orangutan (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Sambutannya, Pada Lokakarya Penyelamatan Orangutan (Foto: Sg/Hms)

Kalimantan Barat – Heaven of Orangutan

KalbarOnline, Sintang – Dalam upaya penyelamatan orangutan di Kalimantan Barat, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) menggelar kegiatan Lokakarya dengan tema “The Future of Unreleasable Orangutans”, yang dihadiri oleh Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan didampingi oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Kegiatan lokakarya tersebut dilaksanakan di Rumah Betang Kobus Sintang, Jalan Lingkar Hutan Wisata Baning Sintang, Selasa (17/4).

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno mengatakan bahwa kondisi lingkungan saat ini semakin menurun dan memprihatinkan.

“Dengan demikian maka lingkungan perlu dilestarikan karena orangutan habitatnya berada di kawasan lingkungan hutan, apalagi sekarang harus ada sekolah untuk orangutan, dan juga saya apresiasikan bahwa Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang sudah melepaskan 3 individu, dan setelah ini akan dilakukan pelepasliaran ke hutan,” kata Wiratno.

Menurutnya, kegiatan Lokakarya ini merupakan wadah bagi pakar orangutan untuk beradu gagasan bagaimana membangun rumah yang layak bagi unreleaseable orangutan.

“Memberikan alternatif-alternatif solusi dalam memberikan kehidupan yang layak bagi unreleasable orangutans untuk dapat menikmati kebebasannya tanpa mengganggu keseluruhan populasi di alam,” tuturnya.

Sementara, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa Kabupaten Sintang memiliki luas 21.000 km persegi dengan 59 persen kawasan tutupan hutan.

“Jadi kurang lebih 2,1 juta hektar di Kabupaten Sintang merupakan kawasan hutan, dan sisa 41 persennya itu merupakan non kawasan hutan,” ungkap Bupati.

Bupati Jarot menambahkan, bahwa Kabupaten Sintang masuk dalam salah satu Kabupaten Bestari, yang bertekad menyumbangkan antara pembangunan ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentunya kita bertekad sebagai kabupaten bestari yang senang menjaga hutan, menjaga kelestarian lingkungan dan pengakuan terhadap adat istiadat serta budaya,” tambahnya.

Menurutnya bahwa merawat hutan dan lingkungan tidak bisa sendiri apalagi korelasi antara hutan dan orangutan sangatlah kuat.

“Jadi harus ada beberapa pihak yang ikut andil dalam kegiatan seperti ini, seperti masyarakat sipil, karena kedua korelasi antara hutan dan orangutan itu sangat kuat, tentu kita harus bersama-sama menjaga hutan,” tuturnya.

Bupati juga mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Lokakarya terkait penyelamatan orangutan dan pelestarian lingkungan hutan alam ini.

“Pemerintah Kabupaten Sintang tentunya sangat mendukung kegiatan seperti ini karena untuk dapat menuju Sintang yang semakin lestari dan Pemkab komitmen membantu, dan bekerja sama untuk saling bisa menghasilkan usulan pemikiran yang cemerlang, sehingga penyelamatan orangutan, pelestarian hutan bisa terwujud, untuk Kabupaten Sintang yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang, Hasudungan Pakpahan menjelaskan kegiatan tentang penyelamatan orangutan di Kabupaten Sintang.

“Jadi kegiatan penyelamatan orangutan sudah kami lakukan sejak tahun 2010, kemudian menjadi Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang pada tahun 2015, secara bertahap kami memperbaiki kualitas SDM dan sarana pendukung untuk berkaitan penyelamatan orangutan,” katanya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Karihun dan Danau Sentarum, Arief Mahmud mengatakan bahwa di Kalimantan Barat ini merupakan kawasan hutan yang merupakan habitat asli orangutan.

“Orangutan di Kalimantan Barat merupakan daerah kawasan habitat yang sangat komplit, Kalbar juga disebut heaven of orangutan, jadi ada beberapa tempat menjadi habitat orangutan, hal ini kami tentunya mendukung upaya pelestarian orangutan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pembukaan kegiatan lokakarya yang ditandai pemukulan gong oleh Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem yang didampingi oleh Bupati Sintang serta melepas langsung keberangkatan mobil angkutan orangutan ke wilayah Betung Kerihun yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY