Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memotong Tumpeng Pada Perayaan HUT ke-9 Desa Merti Guna (Foto: Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memotong Tumpeng Pada Perayaan HUT ke-9 Desa Merti Guna (Foto: Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri perayaan HUT ke-9 Desa Merti Guna, yang berlangsung di halaman Kantor Desa Merti Guna, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Sabtu (13/1).

Turut hadir sejumlah unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sintang, anggota DPRD Kabupaten Sintang, Camat Sintang, masyarakat Desa Merti Guna, dan unsur terkait lainnya.

Kepala Desa Merti Guna, Yarminus mengatakan bahwa Desa Merti Guna merupakan pemekaran dari Desa Baning Kota.

“Sedikit saya ulas cerita tentang Desa Merti Guna, dulunya adalah sebuah kampung yang diberi nama Kampung Nenak Tembulan,” kata Yarminus.

Lanjut Yarminus, dari tahun 1988 Kampung Nenak Tembulan bergabung ke Desa Baning Kota, namun seiring berjalannya waktu hingga pada tahun 2008 dilakukan pemekaran menjadi Desa Merti Guna.

“Dalam proses pemekaran disini hadir beliau bersama kita selaku Camat Sintang waktu itu Pak Sudirman yang saat ini menjabat Kadisperindagkop Sintang dan juga yang lainnya kita undang semua, terima kasih telah hadir pak Sudirman, karena berkat rumusan dan pemikiran beliau Dusun Nenak Tembulan bisa dimekarkan menjadi desa,” ungkap Yarminus.

Yarminus menambahkan, meskipun sempat diragukan sejumlah pihak adanya pemekaran desa, namun memasuki usia ke-9 tahun, Desa Merti Guna masih tetap eksis.

“Puji tuhan pak Bupati sampai hari ini Desa Merti Guna masih eksis pak, karena kami di Desa Merti Guna mengguakan azas keterbukaan dalam penggunaan anggaran baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan serta pertanggungjawabannya pak dan tiga bulan sekali kami ada rembuk desa,” tambahnya.

Yarminus juga menyampaikan bahwa Desa Merti Guna tahun 2017 lalu telah mendirikan badan usaha milik desa (BUMDes) dan juga di terdapat sebuah danau yang direncanakan akan dijadikan tempat wisata pemancingan, sementara untuk potensi lain juga seperti di bidang perkebunan seperti tanaman kopi, cabai dan lainnya saat ini juga sedang di gerakan sehingga kedepannya bisa menjadi potensi desa dan yang terpenting. Juga menurutnya terkait infrastrukutr jalan yang memang saat ini belum memadai untuk itu dirinya mengharapkan dukungan dan perhatian secara terus menerus dari Pemerintah Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Bupati Jarot mengatakan turut bangga bisa hadir dalam acara HUT ke-9 Desa Merti Guna, karena dirinya menilai pembangunan di Desa Merti Guna cukup pesat perkembangangannya.

“Desa ini berkembang dengan pesat, saya sudah berapa kali kesini, baik kegiatan sosialisai saya hadir disini, penancapan tiang pertama gereja HKBP saya hadir, undangan perkawinan pun saya datang,” kata Bupati.

Bupati menerangkan bahwa desa-desa di Kecamatan Sintang seperti Desa Merti Guna, Lalang, Tertung, Mungguk Banto, Tanjung Kelansam dan desa lainnya di Kecamatan Sintang merupakan pendukung dari Kota Sintang.

“Desa kita ini merupakan daerah urban baru, daerah pemukiman baru, karena lahan masih tersedia, hutan masih ada, objek wisata yang bisa dikembangkan dan juga akan tumbuh perumahan-perumahan,” terangnya.

Untuk itu Bupati meminta segala potensi yang ada di Desa Merti Guna di tata dengan baik terlebih usia Desa Merti Guna masih terhitung muda.

“Desa ini nantinya akan jadi incaran, semua orang akan kesini ya, yang paling penting adalah konsep pembangunan yang berkelanjutan kita harus seimbangkan antara pembangunan di bidang ekonomi, pembangunan di bidang sosial budaya termasuk adat dan pembangunan di bidang lingkungan,” pintanya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati kembali mengingatkan empat pesan Presiden yakni produk unggulan desa atau prudes, badan usaha milik desa (BUMDes), buat embung, dan bangun sarana olahraga desa (Sorga).

“Rumuskan produk unggulan desa, satu memang bisa kita bisa jadi desa wisata kalau danau guci bisa kita garap, tetapi dari potensi hortikultura juga harus di pikirkan karena lahan disini masih luas seperti mau tanam cabai, kopi, semangka dan lainnya boleh,” papar Bupati.

“Sementara untuk Bumdes sudah berdiri tinggal diaktifkan atau di kelola terus, embung tidak perlu di bangun karena sudah ada ganau yang bisa jadi sumber air dan bangun sarana olahraga desa seperti lapangan volly maupun lapangan sepalbola agar masyarakat bisa berkumpul saling silaturahmi,” tandasnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY