Gelar Workshop Pelayanan Publik, Pemkab Sanggau Datangkan Narasumber Dari Pemkot Pontianak (Foto: Ist)
Gelar Workshop Pelayanan Publik, Pemkab Sanggau Datangkan Narasumber Dari Pemkot Pontianak (Foto: Ist)

Paolus Hadi Gembleng Jajaran Untuk Berinovasi

KalbarOnline, Pontianak – Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Sekda Sanggau, AL Leysandri membuka sosialisasi pelayanan publik, workshop dan pendampingan penyusunan, standar pelayanan di sekretariat daerah kabupaten Sanggau yang berlangsung di aula kantor Bupati Sanggau.

Kegiatan ini menghadiri narasumber dari Pemkot Pontianak dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Sanggau.

Selain itu, dihadiri PKK, Gabungan Organisasi Wanita, Dharwa Wanita Persatuan dan undangan lainnya.

Paolus Hadi mengatakan, Inovasi dalam hal pelayanan publik harus terus dilakukan guna memberi kenyamanan masyarakat. Inovasi juga tidak harus menggunakan biaya yang besar.

“Contoh tadi, kita membuat tulisan gratis (dalam pelayanan), kalau nanti mulai bertanya dengan anggaran kaca, dibuat bagus dulu, itu salah. Mengapa sih susah menulis itu dulu, Nanti baru berpikir supaya tampilannya baik. Itu contoh kecilnya. Jadi jangan dulu ngomong anggaran, gunakan kemampuan kita yang ada, yang melekat tanggungjawab kita, dalam tupoksi kita,” tegasnya.

Dirinya menegaskan, inovasi pelayanan harus benar-benar dilakukan dan dirasakan masyarakat, tidak sebatas untuk dilombakan.

“Kalau itu saya tidak begitu tertarik. Tapi yang dilombakan yang betul-betul sudah terjadi, yang sudah kita jalankan, yang sudah disenangi rakyat, bahwa inovasi ini cocok untuk mereka,” ujarnya.

Meski dalam penilaian Ombudsman Kabupaten Sanggau masuk zona merah dalam hal pelayanan publik, Ia mengaku sebenarnya sudah banyak yang sudah dilakukan Pemda untuk pelayanan publik. Hanya saja tidak terdokumentasi dan terpublikasi dengan baik.

“Kalau Ombudsman, kita masih posisi merah, kita mau kejar ke hijau. Saya tidak masalah untuk posisi ini. Merah itu bukan berarti pelayanan kita jelek, tapi belum maksimal dari sisi aturan yang ditetapkan. Artinya kalau jelek itu, sama sekali tidak ada pelayanan,”ujarnya.

Untuk itulah, lanjut suami Arita Apolina itu, Pemkab mendatangkan narasumber dari Kantor PTSP Pemkot Pontianak yang dinilai sudah melakukan inovasi-inovasi dalam hal pelayanan publik.

“Tujuannya, kita memiliki inovasi-inovasi. Kita evaluasi yang sudah ada dan yang harus dibuat ke depan untuk pelayanan publik. Ini memang butuh pengalaman, dan pengetahuan. Kelemahan kita di sini, cara mendokumentasi, mempromosikan dan menindaklanjutinya,” ujarnya.

“Termasuklah bagaimana orang datang ke kantor bupati terlayani dengan benar, dengan standar yang sudah ada. Kalau bicara orang sehat seperti apa, kalau ibu hamil, lansia, dan disabilitas,” tambahnya.

Dikatakanya, persolan mindset juga menjadi kendala.

“Saya kira perlu datangkan orang yang sudah belajar, dan sudah berhasil. Ini lah saya memulainya, supaya lebih terfokus. Walaupun ini saya sudah memulainya dari awal ketika menjadi bupati. Tapi mungkin perlu orang yang teknis, yang mendetailnya, supaya menjadi kebiasaan. Bukan hanya berpikiran untuk lomba,” tegasnya.

Kedepan, PH sapaan akrabnya akan meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menindaklanjuti dengan memberikan minimal satu inovasi.

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda kabupaten Sanggau, Abdul Gani menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakanya sosialisasi ini untuk memberikan pehamanan tentang inovasi pelayanan publik.

“Agar bersih dari KKN, netral sejahtera dan berdedikasi, karena Tugas ASN adalah melayani. inovasi pelayanan publik adalah trobosan kita,” ujarnya. (Leo)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY