Partai NasDem (Foto: Ist)
Partai NasDem (Foto: Ist)

KalbarOnline, Mempawah – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Mempawah, Darwis menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi mengenai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mempawah dari DPP Partai NasDem.

“Kami masih menunggu rekomendasi dari DPP. Kita yang ada di DPD II hanya menjalankan proses pendaftaran hasil rekomendasi dari DPP hal tersebut merupakan amanah dari UU,” ucapnya.

Meski demikian, pertimbangan dari bawah tentu akan diperhatikan. Pada prinsipnya partai NasDem akan terbuka dengan seluruh partai guna membentuk koalisi.

Sebab tidak ada satupun partai di Kabupaten mempawah yang dapat mengusung calonnya sendiri tanpa membangun koalisi.

“Kita akan terbuka dengan kemungkinan koalisi manapun sebab tidak ada intruksi apapun dari DPP yang mengharuskan koalisi A dan B,” ungkapnya.

Legislator Kabupaten Mempawah ini mengaku tidak merasa kecewa karena gagal berpasangan dengan Ria Mulyadi. Sebelumnya ramai diberitakan Ria Mulyadi akan didampingi oleh Darwis dari NasDem untuk maju sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mempawah.

Keduanya bahkan sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun ditengah perjalanan Ria Mulyadi mundur dari bursa pencalonan Bupati lantaran tak mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar.

“Memang selama ini ada informasi saya berpasangan dengan Pak Ria Mulyadi, hal tersebut merupakan dalam rangka upaya politik untuk bersama dengan partai lain untuk mengusung pasangan,” ungkapnya.

Saat ini Partai NasDem juga intens melakukan komunikasi dengan partai lain untuk membicarakan kemungkinan-kemungikanan koalisi pasangan calon.

“Siapapun nanti yang akan diusung kita masih menunggu rekomendasi dari DPP. Siapun nanti yang diusung NasDem. Bisa saja saya sendiri sebagai ketua DPD, kader internal NasDem maupun dari luar NasDem,” paparnya.

Darwis mengatakan semua kemungkinan tentu akan banyak terjadi karena kondisi politik saat ini sangat dinamis, karena ini dinamika politik last minute akan selalu ada perubahan-perubahan.

“Golkar saja yang katanya sudah mengusung calon A dan B tersebut masih belum resmi juga, karena Golkar hanya punya empat kursi,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY