Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Sekadau, Sirajudin (Foto: MD Group)
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Sekadau, Sirajudin (Foto: MD Group)

Mengangkat Kembali Marwah PKB

KalbarOnline, Sekadau – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sekadau mulai berbenah, untuk mengembangkan partai berlandaskan agama yang bersifat nasionalis tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Sekadau, Sirajudin yang akrab disapa Bujang, saat diwawancarai awak media di salah sebuah warung kopi di Kota Sekadau.

Menurutnya mengembangkan partai berlandaskan agama bersifat nasionalis bukanlah perkara mudah.

“Membutuhkan tokoh-tokoh pemimpin serta berjiwa nasionalis yang bisa hadir ditengah-tengah masyarakat bermacam suku etnis dan agama yang berbeda-beda, beberapa program sudah direncanakan, mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.

Harapan Sirajudin, kedepan partai PKB tahun 2019 bisa memperoleh kursi di Dewan Kabupaten Sekadau.

“Kalau bisa, setiap dapil ada satu atau dua yang memperoleh kursi di Kabupaten Sekadau ini,” harapnya.

Sementara menurut Hendrikson, salah seorang tokoh pemuda dayak daerah Belitang mengatakan bahwa pemimipin harus berjiwa nasionalis dan partai PKB menurutnya sudah berlandaskan nasionalis.

“Contoh Dewan Sanggau yang merupakan perwakilan dari partai PKB yakni Gabriel Suwandi, dia merupakan salah seorang tokoh Dayak Jangkang,” ujarnya.

“Tidak ketinggalan juga salah seorang tokoh masyarakat, tokoh politik yakni Yohanes Aji bergabung ke Partai PKB Kabupaten Sekadau serta menjadi pegurus DPW PKB Kalimatan Barat, dan beliau kita kenal salah satu mantan Dewan Sanggau dulunya,” ungkapnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), adalah sebuah partai politik berideologi konservatisme di Indonesia.

Partai yang didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 (29 Rabi’ul Awal 1419 Hijriyah) tersebut dideklarasikan oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU) seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, A Mustofa Bisri, dan A Muhith Muzadi.

Partai PKB adalah partai nasionalis berlandaskan agama yang tidak ada membeda-bedakan suku – suku serta agama. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY