Ilustrasi Listrik (Foto: Ist)
Ilustrasi Listrik (Foto: Ist)

KalbarOnline, Sekadau – Ketua DPRD Sekadau, Albertus Pinus menegaskan banyak masyarakat yang bertanya tentang harga meteran PLN. Pinus juga menegaskan, simpang siur DP pemasangan meter di daerah yang baru masuk jaringan listrik negara di daerah Resak Balai, Empetai dan Tapang Muda, Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir agar segera ditindaklanjuti pihak PLN.

“Sejauh ini, saya pribadi saja tidak tahu berapa harga pemasangan yang resmi untuk meteran PLN dengan berbagai tegangan. Ini harus di jelaskan pihak penyedia meteran itu, apakah PLN atau kah CV yang bekerjasama dengan PLN,” ungkap politisi PDI-Perjuangan itu melalui pesan instannya, Senin (16/10).

Pinus menambahkan, jika ada yang minta DP baik itu resmi atau kontraktor yang jelas itu tidak dibenarkan. Ini bisa jadi pungli dan dirinya meminta PLN Sekadau dalam hal ini harus turun ke lapangan memastikan cerita di daerah Tapang Muda, Empetai dan Resak Balai di Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, karena disana yang lagi ada masuk pemasangan jaringan sekarang.

“Isunya sudah kemana-mana, jangan tinggal diam saja dan jika ini benar, mohon pihak PLN bertanggung jawab atas pungutan ini. Kalau harga meteran mustinya seragam, tidak ada mahal murah untuk daerah Sekadau atau luar Kota Sekadau pada kwh yang sama misalnya 1300 masa di Sekadau 1 juta dan di Sungai Ayak 2 juta sementara di mahap 1,5 juta, itu perlu pihak PLN menjelaskan angka pasti meteran untuk berbagai tegangan karena tidak ada beda kualitas pada tegangan yang sama,” tutupnya.

Sementara itu, Manajer PT PLN Sekadau, Risky Ramadhan Yusuf, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Senin (9/10) dan kembali dikonfirmasi pada Senin (16/10) tidak memberikan tanggapan apapun. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY