Debat Publik Pertama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018, Terkait Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik (Foto: Fat)
Debat Publik Pertama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018, Terkait Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Publik (Foto: Fat)

Debat publik pertama antar paslon Pilgub Kalbar

KalbarOnline, Pontianak – Debat kandidat pertama antar pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Sabtu (7/4) malam, berjalan aman dan lancar.

Adapun debat pertama kali ini bertemakan ‘Meningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik’.

Sebagai pemandu jalannya debat, KPU menujuk, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah yang merupakan Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak sebagai Moderator pada debat pertama paslon Pilgub Kalbar ini.

Debat publik, menjadi ajang para paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar unjuk kemampuan.

Adu argumen antar paslon mewarnai jalannya debat.

Dalam debat publik pertama Pilgub Kalbar ini, banyak kalangan menilai pasangan Sutarmidji – Ria Norsan unggul.

Penilaian juga datang dari kalangan akademisi yakni, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Ali Nasrun dan Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Aswandi.

Seperti dilansir dari Pontianakpost.co.id, Ali Nasrun mengatakan bahwa dalam debat publik pertama antar paslon Pilgub Kalbar, pasangan Sutarmidji – Ria Norsan unggul.

Ali Nasrun menjelaskan bahwa dalam hal pemaparan masalah dan solusi yang ditawarkan, pasangan nomor urut tiga itu lebih unggul dibanding pasangan lainnya.

“Iya, paslon nomor tiga unggul dalam debat tadi. Secara keseluruhan materi dan pemecahan masalah, pasangan nomor tiga unggul dibanding paslon lain,” ucapnya.

Penyampaian program Midji – Norsan terkait persoalan air bersih dan gizi buruk dinilai sangat tepat sasaran. Pemaparan pasangan nomor urut tiga tentang peningkatan pelayanan publik di bidang kesehatan juga terukur, misalnya dengan mencanangkan rumah sakit khusus pengguna BPJS dan tanpa kelas.

“Saya lihat solusi yang diberikan di bidang kesehatan juga baik, seperti rumah sakit tanpa kelas. Saya rasa dengan pemetaan masalah yang baik serta solusi yang diberikan juga sejalan. Jadi selaras antara masalah dengan solusi,” paparnya.

Sebagai seorang akademisi, Ali berpendapat, jika dibandingkan dengan pasangan lain, pasangan Midji – Norsan lebih mampu memaparkan program yang realistis. Pemetaan masalahnya juga dinilainya terukur dan terarah. Dengan pemetaan masalah yang tepat maka penempatan program dapat dilakukan dengan tepat pula.

“Pasangan nomor satu, programnya juga baik, tapi kurang realistis seperti hanya wacana. Paslon dua kurang tepat sasaran karena hanya bahas SDM, padahal ini harusnya bahas cara meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik. Kalau pasangan nomor tiga, itu tepat sasaran. Pemetaan masalahnya jelas dan terarah, sehingga penempatan programnya tepat,” tukas Ali.

Dengan pemaparan program yang tepat sasaran dan terarah serta pemecahan masalah yang disampaikan dengan baik oleh paslon nomor urut tiga, Ali menilai pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan paling menonjol pada debat kali ini.

“Kalau saya lihat pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan ini paling menonjol pada debat kali ini. Pemecahan masalah paslon nomor tiga sangat memberikan solusi,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Aswandi.

Menurut Aswandi, penyampaian dengan data yang disampaikan pasangan nomor urut tiga, Sutarmidji dan Ria Norsan menggambarkan bahwa pasangan ini mengerti secara riil kondisi di Kalimantan Barat.

“Pasangan calon nomor urut tiga sangat bagus, karena menggunakan data yang jelas dan akurat. Seperti di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Penyampaian program dengan pemanfaatan IT sangatlah tepat sasaran,” tandas Aswandi. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY