APK Midji - Norsan Dirusak di Sanggau (Foto: RMN)
APK Midji - Norsan Dirusak di Sanggau (Foto: RMN)

KalbarOnline, Pontianak – Alat peraga kampanye (APK) yakni baliho pasangan calon (paslon) Pilgub Kalbar 2018 yang telah terpasang oleh KPU di Kabupaten Sanggau, dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Prihal pengrusakan baliho tersebut, diketahui melalui postingan seorang netizen di sosial media Facebook. Dalam postingan tersebut tidak disebutkan lokasi tepatnya pengrusakan baliho di Kabupaten Sanggau tersebut.

Tampak dalam foto di postingan tersebut, baliho paslon nomor urut 3 tampak sobek, seperti bekas disayat.

Demikian halnya yang terjadi di Jalan Negara Putussibau Nanga Badau tepatnya didekat simpang Dusun Tangit IV Desa Seriang Kecamatan Badau. Secara logika, jalan tersebut merupakan jalan negara yang kerap dilewati pejabat, tetapi seperti yang tergambar di potret tidak pernah disampaikan. APK terkesan ada kesengajaan dengan disisakan APK nomor dua. Sementara paslon nomor 1 dan nomor 3 (tiga) terlihat sengaja dibuang. Bekas-bekasnya juga tak terlihat di lokasi.

APK yang Dipasang oleh KPU Kapuas Hulu di Jalan Negara Putussibau Nanga Badau yang Hanya Menyisakan APK Paslon Nomor 2 (Foto: RMN)
APK yang Dipasang oleh KPU Kapuas Hulu di Jalan Negara Putussibau Nanga Badau yang Hanya Menyisakan APK Paslon Nomor 2 (Foto: RMN)

Belum ada keterangan resmi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji – Ria Norsan maupun timnya.

Sebelumnya, beberapa pekan yang lalu pengrusakan APK Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3 (tiga) ini juga terjadi di Landak dan juga di Kabupaten Sanggau, tepatnya di simpang pertigaan pinggir Jalan Raya Malindo Semadu – Kembayan, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan.

Pada waktu itu, paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 3, Midji – Norsan, menanggapi enteng terkait pengrusakan APK tersebut.

“Senyumin aja,” ucap keduanya.

Seperti yang ditegas Midji – Norsan pada setiap kesempatan dalam safari dialogisnya ke daerah se – Kalbar bahwa pasangan Midji – Norsan tidak mempermasalahkan apabila adanya kampanye hitam yang menyerang mereka.

“Kami tidak akan melakukan hal lain, kita juga sudah arahkan tim kampanye kita maupun partai politik pengusung, pendukung dan relawan, jangan sekali-sekali menggunakan kampanye hitam, jangan balas kampanye hitam dengan kampanye hitam, kampanye negatif dengan kampanye negatif. Saya berharap semoga pilkada kali ini betul-betul bisa menjadi edukasi masyarakat dalam membuat demokrasi di Indonesia khususnya Kalbar menjadi sehat,” tukasnya.

Pasangan Midji – Norsan lebih memilih untuk adu program, sebab menurutnya, hal itulah yang sangat ditunggu oleh masyarakat.

Percepatan dalam pembangunan, terang Sutarmidji, adalah program yang akan disampaikan.

“Apapun yang dikatakan orang terhadap Midji – Norsan, senyumin aja, dah jangan dipusingkan. Kita jangan pusingkan apa yang dibuat orang, namun kita buat orang pusing dengan yang kita perbuat, itu aja, kan damai. Intinya senyumin aja,” tegasnya lagi.

Soal pengrusakan APK di Kalbar sudah kerap kali terjadi, tentu hal ini mencoreng demokrasi, dimana pada prinsipnya, pesta demokrasi harus disambut dengan suasana riang, gembira, karena merupakan sebuah pesta.

Pada masa pencalonan, APK salah seorang bakal calon Gubernur Kalbar, Lasarus juga pernah dirusak oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pengrusakan spanduk pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur Kalbar terjadi di Kabupaten Landak pada waktu itu.

“Saya imbau kepada relawan agar tidak terprovokasi, inikan cara-cara orang memancing agar suasana menjadi keruh, jadi saya telah sarankan jangan terpancing dan kita minta pada pelaku pengrusakan agar dapat belajar berdemokrasi dengan baik,” demikian ucap Lasarus kala itu.

Menurutnya, perbuatan tersebut dilakukan oleh orang pengecut yang jika bertanding takut kalah.

“Seharusnya kalau bertanding harus siap menang dan kalah, jika hanya mau menang jangan bertanding. Tapi sudah saya sarankan pada seluruh pendukung dan relawan jangan terpancing, kalau terpancing apa bedanya perilaku kita dan mereka, saya bilang begitu,” ucapnya.

Dirinya juga mengimbau agar menyambut Pilkada Kalbar dengan suasana riang, gembira, karena pesta demokrasi.

“Karena pesta harus menyenangkan bagi rakyat, dan pemimpin juga yang harus mengajari etika yang baik, masa pemimpin mengajarkan cara etika tidak baik, merusak dan sebagainya, yang seperti itu tidak siap menjadi pemimpin,” imbuhnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

1 COMMENT

LEAVE A REPLY