Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Meninjau Kondisi Rumah Warga Yang Rusak Dibantaran Sungai Melawi (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Meninjau Kondisi Rumah Warga Yang Rusak Dibantaran Sungai Melawi (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.Ph bersama anggota DPRD Kabupaten Sintang, Welbertus meninjau surau dan sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di Bantaran Sungai Melawi di jalan Dharma Putra Sintang, Senin (6/3/2017).

Bupati Sintang mengamati kondisi lingkungan yang ada di sekitar Surau Al-Hikmah. Beliau mengamati perubahan dan keretakan yang ada pada lantai surau.

“Kita merespon laporan dari masyarakat. Mereka sudah dua kali ketemu saya, yang difasilitasi anggota DPRD kita. Mereka melaporkan bahwa suraunya sliding, longsor dan beberapa rumah juga tergelincir,” terang Jarot.

“Kita masih mencari tahu lebih detail sejauh mana kondisi ini sebagai akibat dari kegiatan penambangan pasir yang ada di dekat situ,” terang orang nomor satu di Sintang itu.

“Sejauh ini saya sudah minta kepada kepala desa dan ibu camat untuk memfasilitasi pertemuan antara penambang pasir dengan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa juga sudah meminta kepada teman-teman dari instansi terkait, seperti LH untuk mengecek keadaan di lapangan.

“Saya minta kepada tim untuk mencari tahu apakah keberadaan penambangan pasir, mempengaruhi dalam hal ini mempercepat atau memperberat kondisi sliding yang sudah teridentifikasi,” terangnya.

Bupati Sintang juga mengingatkan bahwa kawasan yang terdapat beberapa rumah dan surau yang mengalami longsor merupakan daerah yang berada dalam zona sliding.

“Termasuk kawasan pinggir sungai yang ada di depan rumah dinas bupati dan rumah dinas Danrem. Resiko longsornya besar,” tukas Jarot.

Berkaitan dengan hal ini, Bupati menyampaikan beberapa langkah yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Kita punya daerah longsor yang cukup banyak, kitaharus melakukan mitigasi bencana. Dalam hal ini kita akan kerjasama dengan Fakultas Teknik Untan,” jelasnya.

“Sementara itu, harus ada solusi bagi masyarakat. Mereka sebenarnya tidak bisa membangun di bantaran sungai. Salah satu solusi yang kita berikan yaitu, program bantuan pembangunan dan peningkatan perumahan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman. Saat ini sudah mulai bekerja di beberapa tempat,di Sungai Kelik, Kampung Ladang, Nanga Tikan, dan Merarai I. Skenarionya, ada yang namanya kelompok masyarakat yang menerima bantuan dari pemerintah, kemudian membangun di tanahnya sendiri, kalau bangun baru kita sediakan bantuan dana sebesar 30 juta kalau untuk perbaikan sebesar 15 juta. Saya harap masyarakat yang saat ini menempati bantaran sungai seperti yang kita kunjungi tadi mau di relokasi,” paparnya.

Sementara anggota DPRD Sintang, Welbertus menyampaikan bahwa laporan warga Baning Pantai RT 01, RW 01 ini pertama kali pada tahun 2016.

“Waktu itu mereka mengeluhkan banyak rumah yang retak, bahkan surau warga juga retak,” katanya.

Masyarakat mensinyalir hal ini disebabkan oleh keberadaan penambangan pasir yang ada dikawasan tersebut.

“Pada waktu itu, saya juga mengajak sejumlah rekan dari dinas terkait untuk melakukan peninjauan,” timpalnya.

Setelah pertemuan antara masyarakat dan Bupati Sintang pada awal 2017 yang lalu, sekali lagi anggota dewan bersama dinas terkait mengunjungi warga.

“Lalu pada tanggal 5 maret lalu, kami menerima laporan warga jika ada salah satu rumah warga yang dapurnya roboh,” terangnya.

“Kami berharap pemerintah lebih cepatlah dalam menanggapi hal ini, selain memang karena faktor alam, bahwa daerah bantaran sungai memang rawan longsor, namun pada kondisi di Baning itu, kita perlu meninjau juga terkait keberadaan penambangan pasir yang ada, kit aperlu memastiakn sejauh mana dampaknya pada tingkat kerawanan tanah di kawasan tersebut,” pungkasnya.

Sementara salah seorang warga, yakni Nova yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sejak setahun belakangan.

“Cuma yang lantai yang turun parah ni baru beberapa bulan inilah,” papar Nova.

Turut hadir dalam peninjauan ini sejumlah forkopimda dan SKPD juga tokoh agama dan sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Sintang yang ada di sekitar kawasan. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY