Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka Semiloka Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan di Balai Ruai, Pendopo Bupati Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka Semiloka Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan di Balai Ruai, Pendopo Bupati Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka semiloka pembangunan ekonomi kawasan pedesaan di Balai Ruai kompleks Rumah Dinas Bupati, Senin (05/12/2016).

Bupati menyampaikan apresiasinya terkait kegiatan ini. Beliau mengingatkan beberapa poin penting bagi para pemberi materi dan peserta. ”saya senang kita dapat berkumpul untuk berdiskusi hari ini, ada beberapa hal penting yang ingin saya sampaikan.” kata dr. Jarot.

“kita ingin masyarakat sipil bisa menerima dan bekerja sama karena sekarang ini banyak lembaga-lembaga datang untuk pembangunan di desa-desa kita, “ kata dr. Jarot. “kita menikmati semua ini sebagai tanda masa keemasan demokrasi, kita ingin lembaga-lembaga itu dapat berkarya bersama perangkat desa,” tambahnya.

“Ada tiga pihak, ada perkebunan kelapa sawit, ada pemerintahan desa dan ada petani kelapa sawit, nah petani kelapa sawit ini ada petani kelapa sawit plasma dan ada petani kelapa sawit mandiri,” sambungnya.

Menurut Jarot, selama ini, tiga pihak tersebut dinilai belum bisa bekerja sama yang bagus untuk memakmurkan rakyat maupun untuk menjaga investasi serta memberdayakan pemerintahan desa.

“Pada hari inilah akan dibahas, apa peranan pemerintahan desa, dalam rangka memajukan petani sawit, masyarakatnya ini, yang kedua, apa peranan dari petani kelapa sawit itu sendiri dan yang ketiga apa peranan dari pihak kebun,” jelasnya.

Pertemuan tersebut nantinya akan dibahas bersama dengan Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia dan dari Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).

“FPPD itu sudah melakukan survei berbulan-bulan di Sintang ini, hari inilah mereka akan merumuskannya seperti apa,” ujarnya.

Orang nomor satu di Sintang tersebut mengingatkan kembali pada para SKPD dan perangkat desa yang hadir mengenai visi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera. “kita wujudkan itu dengan mengerjakan 6 prime mover pembangunan daerah: membangun kabupaten Sintang dari pinggiran,dari  daerah pedesaan, kegwatdaruraan infrastruktur, aksesbilitas terhadap sumber daya listrik, penataan dan pemekaran wilayah dan hilirisasi produk serta tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” terang dr. Jarot.

“Perangkat desa adalah support utama dalam berkembangnya para petani“ kata dr. Jarot. “Terlibatlah secara aktif dalam diskusi ini, utnuk meningkatkan kapasitas perangkat desa guna menunjang pertumbuhan desa,” pesan Jarot.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perangkat desa dari 6 desa di Sintang.

Melalui semiloka ini kita mempertemukan kepentingan SPKS, FPPD dan Perangkat desa. Mempertautkan antara petani, kebun sawit dan desa. Yang namanya sawit memang memiliki daya tarik bagi banyak pihak karena bagaimana kita mempersiapkan masyarakat desa untuk masuk menjadi bagian dari supply chain dan hilirisasi prodk berbasis sawit dalam bisnis sawit dan bagaimana masayrakat desa lebih berperasn dalam meningkatkan kesejahteraan petani mandiri“Kata Suroto Eko, Kepala Forum yang berkantor pusat di Yogyakarta itu.

“untuk sawit memang masih baru di tempat kita. Harapannya dengan adanya sawit mandiri ya ekonomi masyarakat kita lebih baiklah,” kata  Hartono, salah seorang peserta semiloka itu. “Kita selama ini memang ada juga beberapa masalah. Kita sudah mengatasinya secara kekeluargaan, diskusi dengan petani dan dengan pihak perusahaan“kata Kepala Desa Bedayan Kecamatan Sepauk itu lagi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian, Perternakan dan Perikanan, Arbudin, beberapa SKPD kabupaten Sintang dan para petani sawit mandiri dari kelompok Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) serta tamu undangan lainnya. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY