Bupati Sintang Jarot Winarno menarik busur panah saat membuka perlombaan prestasi dan tradisi panahan yang diselenggarakan oleh Sintang Archery Championship (SAC) di depan halaman Masjid Jami’ Sultan Nata Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang Jarot Winarno menarik busur panah saat membuka perlombaan prestasi dan tradisi panahan yang diselenggarakan oleh Sintang Archery Championship (SAC) di depan halaman Masjid Jami’ Sultan Nata Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan kegiatan olahraga tradisi panahan harus dipertahankan dan dilestarikan agar masyarakat Sintang bisa lebih mengenal olahraga panahan ini,  hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan perlombaan prestasi dan tradisi panahan,yang diselengarakan oleh Sintang Archery Championship. (SAC).

Kegiatan yang dilaksanakan di depan halaman Masjid Jami’ Sultan Nata Sintang, pada Minggu (7/5/2017), ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memeriahkan hari jadi kota Sintang ke-655 tahun.

Menurut Jarot olahraga panahan ini bersifat rekreasi, prestasi dan edukasi karena menggabungkan prestasi dan tradisi.

“Maka olahraga panahan harus tetap menjunjung tinggi adat dan tradisi,agar olahraga panahan selalu Berjaya di bumi Senentang,” ucapnya.

“kepada para peserta lomba, dalam kegiatan ini, kita harus bisa untuk menjunjung tinggi adat dan tradisi, kita jaga adat dan tradisi, sehingga nantinya  olahraga panahan dapat selalu berjaya di Bumi Sintang”. Tutur Jarot.

Ketua KONI Sintang, Ade Suryadi mengatakan, olahraga panahan ini sangat baik dan bermanfaat bagi semua kalangan, baik itu anak muda, remaja, bahkan orang tua karena dapat melatih konsentrasi seseorang.

“ada empat manfaat dalam berolahraga panahan yaitu, melatih ketenangan, focus, berani mengambil keputusan dan tepat sasaran,dengan kita mempalajari olaharaga ini,” paparnya.

“saya menghimbau kepada masyarakat Kota Sintang, agar dapat memperkenalkan olahraga tradisi prestasi panahan dimulai sejak dini kepada anak-anak kita, agar mereka mampu dapat berkontribusi nyata untuk melestarikan adat dan tradisi panahan ini,” tutup Ade. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY