KalbarOnline, Sintang –  Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.Ph, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tempunak Sintang, Sabtu (29/10/2016). Perjalanan selama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan mobil. Lebih dari separuh trek melintasi jalan tanah merah.

Kali ini Orang nomor satu di Sintang itu mengunjungi Dusun Lanjau Desa Riam Batu Kecamatan Tempunak. Namun sebelumnya, Bupati juga menyempatkan diri meninjau jembatan yang putus di Dusun Mansik Desa Merti Jaya Kecamatan Tempunak.
Masyarakat desa yang terletak di kaki Bukit Saran itu menyambut hangat kedatangan pemimpin mereka. Meskipun kunjungan ini terbilang singkat, Bupati tetap berkesempatan berdialog dengan masyarakat.

Dalam dialog ini, masyarakat Riam Batu menyampaikan berbagai permasalahan mereka. Bakir, salah seorang tokoh masyarakat lanjau mengungkapkan permintaan bantuan pemerintah berkaitan dengan pemasaran hasil produk pertanian masyarakat. “kami ini sudah nanam pepaya dan ubi kayu, tapi kalau sudah panen kemana kami menjualnya? Mohonlah pemerintah bantu kami untuk mengatasi ini,” kata Bakir.

Dua orang tokoh agama, Abednego dan Yohanes mengajukan permohonan bantuan untuk membangun dan menyelesaian pembangunan gereja yang ada di Riam Batu. “kami sudah mengusahakan dana swadaya umat namun uang 1 juta lebih itu belum cukup untuk kami menyelesaikan pembangunan gedung geraja kami,“ ungkap Yohanes.

Pada kesempatan ini Bupati menjelaskan berbagai proyek pemerintah yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017. “ada beberapa kerjasama proyek yang sedang pemerintah upayakan untuk kita laksanakan di kawasan Tempunak Hulu ini,” terang dr. Jarot.

“Akan ada proyect jalan, air bersih dan konservasi,” ungkap Bupati. “bahkan kita berencana penarikan air batu dari Lubuk Lantang ke Sintang sejauh 89km. Kita menjadi bagian dalam Millenium Chalange Account-Indonesia Project,” terang dr. Jarot.

“Kita berharap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bisa mengelola air ini jadi air kemasan. Biar daerah ada pemasukan lagi,” kata Bupati disambut antusias oleh masyarakat Riam Batu.

Selain mengenai proyek-proyek ini, Bupati Sintang juga mengingatkan masyarakat bahwa Riam batu sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. “jadi kita tuk anang nebang kayu sembarangan lagi, (kita jangan menebang kayu secara sembarang lagi)” kata dr. Jarot dengan menggunakan bahasa setempat. “Ijin sawit juga sudah tidak boleh dibuat di kawasan Riam Batu. Mohonlah tokoh masyarakat dan tokoh adat juga mengerahkan masyarakat untuk menjaga hutan kita,” tegas Bupati.

Pada kesempatan ini, Bupati Sintang juga berkesempatan untuk menutup turnamen sepak bola Bupati Cup tahun 2016. Turnamen yang ini dimenangkan oleh club F2F dari Lebah Ubah. Bupati juga menyaksikan babak kedua pertandingan final sepak bola antara Petara FC dari Dusun Tapis Desa Pudau Bersatu melawan F2F Lebak Ubah. Hujan mengguyur akhir pertandingan. Tak menyurutkan para pemain.
Selain itu juga para Forkopimda yang hadir menyerahkan pula hadiah untuk perlombaan volley putri, yang juga menjadi rangkaian turnamen ini. Perlombaan bola Volley dimenangkan oleh tim SP4 SKPI Rarai.

Pada akhir acara dr. Jarot menyerahkan bantuan spontanitas dari rombongan kepada tokoh agama Katolik, Yohanes. “ini kita bisa mengumpulkan dana spontanitas, tidak besar hanya 5 juta rupiah, gunakan untuk menyelesaikan pembangunan,” pesan Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dra. Yosepha Hasna M.Si, Sekretaris Daerah Sintang dan beberapa forkopinda Sintang. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY