Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Meletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Ketungau Dua (Foto: Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Meletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Ketungau Dua (Foto: Sg)

KalbarOnline, Sintang – Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah Ketungau Tengah, Bupati Sintang, Jarot Winarno melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ketungau Dua yang merupakan tahap pertama pembangunan tiang abodmen, dengan didampingi oleh Ketua DPRD dan Wakil DPRD, Kepala Dinas PU, dan para pimpinan OPD lainnya, Selasa (22/8).

Sebelum melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ketungau Dua, Bupati Jarot dalam arahannya dihadapan masyarakat mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Ketungau Dua ini merupakan salah satu untuk mewujudkan mimpi masyarakat untuk terbukanya akses jalur darat yang menghubungkan antara 13 desa dengan 16 desa yang ada di wilayah Ketungau Tengah.

“Akan kita mulai mimpi membangun Jembatan Ketungau Dua ini yang sangat strategis, bukan hanya menjamin konektivitas 16 desa yang jumlah penduduknya kurang lebih 17000 jiwa, akan tetapi akan menghubungkan arus lalu lintas dari daerah lain, seperti Badau, Balai Karangan, Senaning, Aruk Sajingan, yang ingin melalui wilayah ketungau tengah dengan lewat Jembatan Ketungau Dua ini nantinya,” terang Bupati.

Bupati menjelaskan keberadaan Jembatan Ketungau Dua ini akan dapat memperbaiki dan mensejahterakan perekonomian masyarakat di wilayah Ketungau.

“Nanti setelah jembatan ini jadi arus mudik dan hilir suatu produk barang jasa akan dapat mudah keluar masuk ke wilayah Ketungau, dan juga akan memperbaiki ekonomi masyarakat, tentunya juga masyarakat akan sejahtera dan bahwa dunia usaha sudah mengincar jembatan ini seperti perusahaan sawit, untuk mobilisasi bahan baku sawit yang akan diantar ke pabriknya melalui jalur Jembatan Ketungau Dua ini,” tutur Bupati.

Bupati Jarot menambahkan pembangunan jembatan ketungau ini dibangun dan dirancang dengan hati-hati, agar dapat menjadi jembatan yang sangat baik dan tahan lama kualitasnya.

“Tentunya pada tahap selanjutnya pengamanan tiang jembatan harus dibuat, sehingga jembatan ini menggunakan rangka baja kelas B, yang lebar jembatan kurang lebih 7 meter,” tambahnya.

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar dapat mengawasi jalannya pembangunan proyek tahap 1 Jembatan Ketungau Dua ini, dan juga saya ingin 2019 Jembatan Ketungau Dua harus bisa kita resmikan, dengan demikian jembatan ini dapat kita rasakan wujud nyata dari mimpi masyarakat Ketungah Tengah dengan dimanfaatkan secara baik-baik bagi masyarakat Ketungau Tengah dan kabupaten lainnya,” timpal Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Murjani menjelaskan secara detail tentang tata ruang pembangunan Jembatan Ketungau Dua ini bahwa dalam rangka membangun Jembatan Ketungau Dua ini memiliki 2 tahap pembangunan.

“Untuk tahap pertama tahun anggaran 2017 ini kita anggarkan dana Rp5 milyar untuk pembangunan bawah, yaitu pembangunan tiang pancang 1 dan 2 abodmen dari sisi bibir sungai masing-masing dengan panjang kurang lebih 120 meter panjang jembatan yang menggunakan jembatan tipe B dengan ukuran lebar jembatan 7 meter, sehingga dapat 2 unit truk berlawanan arah dan tidak sempit,” kata Murjani.

Murjani menambahkan, untuk pembangunan tahap kedua akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 nanti.

“Anggaran yang kita siapkan untuk tahun 2018 nanti sekitar Rp22 milyar, yang dibagi menjadi 2, yaitu pembangunan atas sebesar Rp19 milyar, dan Rp3 milyar rupiah untuk pelengkap jembatan, sehingga total pembangunan Jembatan Ketungau Dua ini menghabiskan dana sebesar Rp27 milyar rupiah, dan target selesai semuanya pada awal tahun 2019,” tambah Murjani.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ketungau Tengah, Lewi Majiono merasa bangga bahwa mimpi masyarakat Ketungau Tengah dapat terwujud salah satunya pembangunan Jembatan Ketungau Dua.

“Saya sangat bangga dan terimakasih atas perhatian dari pemerintah untuk membangun Jembatan Ketungau Dua ini, sebab selama ini wilayah Ketungau Tengah terbagi menjadi dua bagian, ada yang di seberang sini pusat kecamatan dengan 13 desa, dan di seberang sana ada 16 kecamatan, sehingga kami berharap akan memperbaiki konektivitas antar masyarakat untuk mobilisasi barang dan jasa,” tukasnya. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY