Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Menghadiri Pemakaman Ibunda Dari Sekda Sintang dan Turut Menaburkan Bunga (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Menghadiri Pemakaman Ibunda Dari Sekda Sintang dan Turut Menaburkan Bunga (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno turut berduka atas meninggalnya Yuliani Murni yang merupakan Ibunda dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah.

Bupati melayat ke rumah duka pada Senin (3/7). Saat pemakaman, Bupati juga hadir di Kompleks Pemakaman Kristiani Teluk Menyurai, Selasa (4/7).

Bupati didampingi Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward, Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin SIK dan Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Marsana.

Usai pemakaman, di hadapan seluruh keluarga dan para pelayat, Bupati menyampaikan rasa terkejutnya saat mendengar kabar meninggalnya Ibu Yuliana Murni di Temanang.

“Padahal beberapa waktu lalu kita baru saja bersama menyelenggarakan kegiatan di Temanang. Saya sangat terkejut mendengar kabar duka ini. Saat ini beliau sudah tiada. Tugas kita adalah mengenang hal-hal baik yang dilakukan Ibu Yuliana Murni. Dan mengingat cita-cita dan hasrat beliau untuk diteruskan oleh anak dan cucu beliau serta kita semua,” ucapnya.

Mewakili keluarga Ibu Yuliana Murni, Yusuf Said menerangkan almarhumah dilahirkan di Banai Sepauk Tengah pada 8 Mei 1936 dan meninggal pada 2 Juli 2017 di Temanang sekitar pukul 14.15 WIB.

“Beliau meninggalkan 8 orang anak terdiri dari 3 putri dan 5 putra, serta 26 cucu dan 9 orang cicit. Kampung Banai sekarang tinggal nama, karena Kampung Banai sudah tidak ada dan diganti dengan Desa Nanga Layung,” ungkapnya.

Almarhumah Yuliana Murni meninggal dalam usia 81 tahun. Suaminya Yohanes Opas sudah meninggal pada 23 Januari 2012 lalu.

Di mata keluarga, Yuliana Murni adalah sosok wanita yang dikagumi dan dibanggakan dalam mendampingi suaminya sebagai Guru SD. Pihak keluarga kagum dengan caranya mendidik anak-anaknya.

“Beliau seorang pekerja keras dan aktif dalam kegiatan keagamaan. Giat bekerja seperti menoreh dan jualan kue. Banyak contoh teladan dari beliau. Kami ingat sosok beliau yang rendah hati, disiplin, bekerja keras dan berani mengatakan tidak, jika tidak baik,” kenangnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY