Bupati Ketapang, Martin Rantan Saat Melakukan Peletakan Batu Pertama Pabrik Kelapa Sawit PT Lanang Agro Bersatu di Kecamatan Sandai (Foto: Hms)
Bupati Ketapang, Martin Rantan Saat Melakukan Peletakan Batu Pertama Pabrik Kelapa Sawit PT Lanang Agro Bersatu di Kecamatan Sandai (Foto: Hms)

Peletakan Batu Pertama Pabrik Kelapa Sawit Sandai

KalbarOnline, Ketapang – Pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) yang ditandai dengan peletakan batu pertama merupakan momentum penting. Bupati Martin Rantan mengatakan dalam pembangunan kebun kelapa sawit memerlukan proses yang panjang.

Tidak sedikit perusahaan yang sudah mengantongi perizinan, namun dalam operasional dilapangan masih belum tuntas pembebasan lahan.

“Untuk membangun pabrik, perusahaan harus memiliki lebih dari 6000 hektare kebun inti, tadi saya diskusi dengan manajemen perusahaan. Katanya PT Lanang Agro Bersatu memiliki lebih dari 8 ribu hektar. Artinya perusahaan ini dalam mendirikan pabrik kelapa sawit sudah lebih dari kuota,” tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan SH ketika memberikan sambutan pada acara Ground Breaking PKS PT Lanang Agro Bersatu di Sandai, Kamis (28/4) siang.

Momentum peletakan batu pertama pabrik Kelapa sawit ini dinilai penting oleh Bupati. Karena menyangkut visi ketiga, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, Martin Rantan mengingatkan akan keberadaan  kelompok tani mandiri.  Ia meyakini, tidak semua masyarakat terakomodir dalam kebun plasma.

Ada sebagian yang membangun kebun secara mandiri.Kelompok tani mandiri perlu mendapatkan bantuan dari perusahaan, salah satunya terkait bantuan bibit yang berkualitas, sehingga buah yang nanti dijual ke perusahaan juga berkualitas baik. Pada akhirnya, dapat mensejahterakan masyarakat.

“Saya sangat berharap  pihak perusahaan menjalin kerjasama dengan kelompok masyarakat sehingga antara masyarakat dan perusahaan terjalin hubungan yang saling menguntungkan,” kata mantan anggota DPRD Kalbar dari fraksi Partai Golkar.

Saat memberikan pengarahan, Martin Rantan menceritakan pengalamannya ketika menjadi Ketua Pansus PT.Benua Indah Group. Mantan anggota DPRD Ketapang beberapa periode ini memaparkan bagaimana solusi persoalan PT Benua Indah yang ditanganinya ketika itu. Ada tiga rekomendasi pansus yang disampaikan.

Salah satunya diserahkannya sertifikat petani dan didorong ditangkap pemilik PT BIG.  Ketiga  rekomendasi itu berhasil, Oleh karena itu, ia mengharapkan perusahaan yang berinvestasi di

Ketapang benar benar serius membangun Ketapang.

“Pihak perusahaan juga penting memperhatikan lingkungan hidup, lingkungan hidup tidak hanya menyangkut   udara, tanah dan pohon, tetapi juga menyangkut manusia,” ucapnya.

Bupati Ketapang meminta pihak perusahaan tidak hanya memfokus pada pembangunan fisik, tetapi perhatikan budaya masyarakat setempat. Karena itu, ia berharap manajemen perusahaan selalu memahami istilah “di mana bumi dipijak disitu bumi dijunjung”.

Dengan saling mendukung antara perusahaan dan masyarakat, ia yakin perusahaan akan berkembang dengan dukungan masyarakat. Lebih lanjut Bupati Ketapang memaparkan, jika pabrik kelapa sawit sebagai bentuk industri hulu sudah dibangun.

Maka akan dapat menyerap tenaga kerja di sekitar pabrik dan kebun.Kelanjutan dari industri hulu akan berlanjut dengan industri hilir. Karena itu, mulai dari tangki timbun dan pengolahannya, diharapkan juga berada di Kabupaten Ketapang.

Apalagi, Kabupaten Ketapang ada kawasan industri di Tembilok.

“Saya sarankan dan mengajak bangun hilirnya langsung di Ketapang, sehingga bisa memberdayakan masyarakat banyak dan menyerap tenaga kerja pedalaman dan pesisir,” kata Bupati.

Ia berharap. pengelolaan industri hulu dan hilir di Ketapang, tentunya diharapkan dapat  memberdayakan potensi masyarakat Ketapang. Apalagi melihat dari penerimaan tenaga kontrak Pemkab Ketapang, maka ada 8.000-10.000 warga Ketapang yang mencari pengangguran.

Hal tersebut baru tergambar dari yang mendaftar, tentu banyak juga yang tidak mendaftar sehingga bisa jadi rasio pengangguran itu masih besar. Keberadaan industri hulu dan hilir inilah yang diharapkan bisa mengatasi pengangguran di pedalaman dan pesisir.

Harapan Bupati Ketapang, agar pihak perkebunan membangun industry hilir di Ketapang didukung juga dengan keberadaan industri hilir seperti PT  di Sungai Tengar, Rencana  kawasan Industri terpadu di Matan Hilir Selatan.

Pada kawasan ribuan hektar tersebut sesuai dengan rencana pemerintah pusat. Dilokasi ini akan banyak pabrik yang akan dibangun. Selain itu, di Kecamatan Delta Pawan akan ada industri pengolahan dan lain-lain.

Begitu juga di Kecamatan Muara Pawan akan ada industri jabon, dan beberapa industri yang akan dibangun, dan di Kecamatan Matan Hilir Utara sudah ada rencana pembangunan smelter dari PT Laman Mining.

“Kita harap PT Lanang Agro Bersatu juga membangun industri hilirnya di Ketapang, kami sangat mendukung investasi yang ada di Ketapang, jika ada kendala tolong informasikan kepada kami, misalnya terkait waktu perizinan, kalau syarat-syaratnya sudah terpenuhi semuanya,sampaikan kepada kami, saya akan langsung tindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelum Bupati menyampaikan arahan, sambuatan Robinson Golkfrid Manik selaku GM PT Lanang Agro Bersatu mohon maaf jika ada kekurangan dalam kegiatan karena kondisi alam. Oleh karena itu, mungkin kita semua bisa mengambil hikmahnya.

Sementara camat Sandai, Fernandus Masdi menginformasikan bahwa dalam persoalan lahan pihak kecamatan tidak ada melakukan intervensi. Tentunya camat tidak bisa melakukan perubahan terhadap dokumen amdal yang sudah ditetapkan.

Terkait dengan plasma, disampaikannya tahap awal cukup memuaskan. Karena itu, camat mengajak masyarakat mendukung investasi sesuai dengan visi dan misi bupati ketapang.

Parluhutan Sihotang chief operating Officer manajemen perusahaan sampoerna  menyebutkan dua tahun lalu sebuah pabrik mereka di Kecamatan Manismata.

Peletakan batu pertama Pabrik kelapa sawit di Sandai ini merupakan pabrik kedua dari perusahaan sampoerna. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan untuk berinvestasi di Ketapang. Kemampuan pabrik ini adalah 30 ton perjam.

“Dengan dibangunnya pabrik untuk inti dan plasama, tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Parluhutan Sihotang pengelola atau penanggungjawab operasional perusahaan.

Pihak perusahaan tetap komitmen dalam membangun kemitraan dengan masyarakat. Karena pihak perusahaan meyakini dengan kerjasama yang masyarakat akan terbangun usaha yang salingmenguntungkan. Memberdayakan masyarakat sebagai mitara kerja maka akan tercipta rasa Aman,  nyaman dan sejahtera. (Adi/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY