Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Memberikan Arahannya, Pada Seminar Peternakan Babi Skala Kecil Tingkat Pedesaan di Kabupaten Sintang (Foto: Sg/Hms)
Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Memberikan Arahannya, Pada Seminar Peternakan Babi Skala Kecil Tingkat Pedesaan di Kabupaten Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM membuka seminar peternakan babi skala kecil di tingkat pedesaan bertempat di Aula Sekolah Tinggi Teologi Katulistiwa (STTK) Sungai Sawak, komplek Agape, Kamis (1/3).

Wabup Askiman menyampaikan bahwa salah satu visi Pemerintah Kabupaten Sintang, mensejahterakan masyarakatnya. Mulai tahun 2017, sudah dirintis sebuah program peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyrakat (P2Emas). Program ini, lanjutnya, difokuskan pada 7 desa di 7 kecamatan yang ada di Sintang.

“Desa yang terpilih menjadi pilot project untuk kemudian bisa kita kembangkan, dibina sebagai pendongkrak ekonomi di kecamatan. Kegiatan pada program tersebut disesuaikan dengan potensi dominan di setiap desa,” tambahnya.

“Tiga komoditi utama kita, sawit, karet dan lada, harganya masih kurang baik. Apalagi, infrastruktur jalan kita belum mendukung kehidupan daerah di desa, kalau tidak ada penghasilan tambahan maka daya tahan ekonomi keluarga akan hancur,” tambahnya.

Menurutnya, usaha peternakan babi skala kecil ini bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Melalui seminar ini, jelasnya, membuka pikiran agar memiliki gambaran yang lebih baik dalam usaha peternakan babi ini.

Tentang tata kelola, cara mengolah pakan ternak, dan pengolahan pasca panen.

“Potensinya luar biasa. Kita tahu bahwa mayoritas masyarakat kita di kampung sudah terbiasa beternak babi. Keberadaan peternakan ini juga akan memunculkan usaha baru, misalnya budidaya ubi kayu,” tuturnya.

“Pemerintah tentu akan membantu, bila perlu kita mmebuat fakta integritas dalam hal dukungan dari pemerintah. Kalau kita tidak serius, modal yang telah disalurkan pemerintah harus dikembalikan,” tegas Askiman.

Sementara, Benny Situmorang, selaku ketua panitia seminar mengatakan bahwa pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk belajar, sehingga dapat memelihara ternak babi dengan lebih baik. Tujuan makro dari kegiatan ini, sebagai upaya meningkatakan ekonomi masyarakat dan menjadi sumber alternatif pendapatan bagi masyarakat.

“Ini langkah awal untuk kita belajar bagaimana cara beternak babi yang baik dan benar. Khususnya untuk saudara-saudara kita di pedesaan,” kata Benny. “Habis dari sini kami akan mulai mengusulkan pembentukan kelompok tani, kami juga mulai menawarkan konsep programini ke pihak perbankan sebagai mitra modal finansialnya,” tambahnya.

Berdasarkan pengamatannya, Benny menemukan bahwa kebutuhan masyarakat atas daging babi di Sintang cukup besar. Peserta kegiatan, mayoritas dari Sintang, ada juga peserta dari kabupaten lain seperti Melawi dan Sekadau. Sebagai tindaklanjut, ada target 200 orang yang akan dibina, dalam kelompok-kelompok tani.

“Harga daging babi kadang bisa hampir semahal daging sapi. Kadang kita malah mengalami kelangkaan. Kita menemukan bahwa ada 4 (empat) gawai di masyarakat yang memerlukan babi, natal, tahun baru dan imlek, ada paskah, ada gawai dayak dan ada juga urusan adat lainnya. Selama ini kita impor dari Singkawang,” tukasnya.

“Kita mau supaya kelompok usaha ini bisa terus berjalan sehingga benar-benar menopang kehidupan masyarakat di desa,” pungkasnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY