Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Menyampaikan Sambutan dalam Kegiatan Murenbang Kabupaten Sintang Tahun 2017 di Gedung Pancasila (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Menyampaikan Sambutan dalam Kegiatan Murenbang Kabupaten Sintang Tahun 2017 di Gedung Pancasila (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sintang tahun 2017 dalam rangka penyusunan RAPD 2018 berlangsung di Gedung Pancasila Jalan Apang Semangai pada Rabu (15/03/2017) pagi. Bupati Sintang Jarot Winarno, Wakil Bupati Askiman, Ketua DPRD Jefray Edward dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalbar, Rebertus Isdius tampak hadir membuka agenda musyawarah perencanaan pembangunan tingkat Kabupaten Sintang tersebut.

Murenbang Kabupaten ini juga dihadiri, Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah, Anggota DPRD Sintang, SKPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa, Musrenbang adalah ruang dimana persoalan dan isu pembangunan daerah dibahas dan disepakati secara bersama baik antara pemerintah, dunia usaha dan civil society.

“Output dari forum ini adalah RKPD sebagai terjemahan tahunan dari RPJMD. RKPD tahun 2018 adalah RKPD tahun ke 3 RPJMD Kabupaten Sintang periode 2016-2021” ujar Jarot mengawali sambutannya.

“saya mengajak kita semua menyatukan persepsi tentang berbagai masalah pembangunan Kabupaten Sintang, untuk kemudian menjadi agenda pokok dibahas dalam forum Musrembang pada hari ini” ujarnya lagi.

Bupati Sintang Jarot Winarno mencatat bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sintang masih sekitar 36 ribu jiwa  penduduk. Ketahanan pangan masih rendah, dimana produktivitas padi hanya mencapai 2,67 ton per hektar. Rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Sintang baru 6,7 tahun atau setara dengan kelas 1 SMP. Kekurangan dan penyebaran guru masih sangat timpang. Masyarakat cukup rentan terhadap berbagai penyakit termasuk masalah rabies dan angka kematian bayi tergolong tinggi, yakni 30 per 1000 kelahiran hidup.

Persentase rumah tangga pengguna air bersih baru 5,24% sedangkan listrik hanya 58,20%. Sampai saat ini, masalah paling serius terlihat di bidang infrastrukur jalan dan jembatan. sekitar 60% jalan kondisinya rusak, 74% permukaan jalan adalah tanah dan 50% jembatan tidak fungsional, sehingga sangat menggangu mobilitas orang dan barang.

Bupati yakin ditengah himpitan masalah pembangunan Kabupaten Sintang selalu ada celah untuk keluar. Kuncinya menurut Jarot adalah keyakinan, kerja keras dan persatuan.

“Menghadapi semua masalah tersebut adalah stop comlaining but go solve problem. Kita harus  mampu melihat celah yang mungkin kita tempuh untuk melakukan sesuatu sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut. Kerja keras yang tiada henti serta pengorbanan yang tulus harus kita wujudkan. Kita harus yakin dengan terus bekerja dan memupuk kebersamaan, maka saya yakin masyarakat Kabupaten Sintang yang cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera akan tercapai” kata Jarot dengan penuh optimisme.

Oleh karena itu Jarot berharap kepada Gubernur Kalimantan Barat yang dalam hal ini diwakili oleh asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rebertus Isdius agar program singkronisasi dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten sintang terus dilanjutkan dan diperluas sehingga diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah menjadi semakin berdaya saing dan tercapainya tingkat kesejahteraan yang berkualitas.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Robertus Isdius kepada awak media menyampaikan harapan agar Musrenbang Kabupaten Sintang bisa merancang rencana pembangunan sesuai prioritas yang ingin dicapai pada Tahun 2018. “mari kita menjadi aparatur sipil negara inovatif dan kreatif supaya tugas dan pekerjaan menjadi efektif. Laksanakan pekerjaan sesuai aturan supaya terhindar dari kesalahan yang terjadi.

Segera dikoordinasikan dan diintegrasikan kegiatan pembangunan yang bisa dibiayai oleh Pemprov Kalbar dan Pemerintah Pusat. Kepada semua pihak, berikan saran dan masukan terhadap rencana pembangunan yang akan disusun nanti. Susun perencanaan dari bawah ke atas, jangan dari atas ke bawah” pinta Robertus Isdius. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY