Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Sambutannya, Saat Membuka Dialog Kebangsaan Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Sambutannya, Saat Membuka Dialog Kebangsaan Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI (Foto: Sg/Hms)

Melalui Empat Pilar Kebangsaan

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka dialog kebangsaan empat pilar MPR-RI yang menghadirkan Anggota DPR-RI, H Sukiman, S.Pd., MM, yang dilangsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Minggu (1/10).

Bupati dihadapan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kampus Sintang mengatakan bahwa dalam meneguhkan komitmen untuk terus hidup bersama dalam ikatan kebangsaan selalu menjadi tantangan terbesar setiap negara di dunia.

Adapun Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat kemajemukan sosial budaya sangat kompleks ditambah lagi tipe geografis kepulauan serta menjalani penjajahan cukup panjang dimasa lalu kita selalu dituntut menjaga “Asupan Nutrisi” yang cukup agar komitmen untuk terus hidup bersama dalam bingkai kebangsaan terjaga dan terpelihara dengan baik.

Bupati mengatakan bahwa Indonesia sangat beruntung karena mampu menciptakan titik temu dari berbagai perbedaan yang ada, yang dikenal sebagai Empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Ini merupakan roh yang menghidupkan kebangsaan bagi Indonesia. Karena Empat pilar kebangsaan sebagai perekat keutuhan kebangsaan, maka kita perlu terus merawatnya sesuai perkembangan zaman. Disinilah peran generasi muda dituntut peranya untuk terus menjaga empat pilar kebangsaan tersebut,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa generasi muda lah yang diharapkan menjadi jawaban dan mampu menghadirkan senyum cerah para pendiri bangsa untuk terus mengawal dan merawat Empat pilat kebangsaan tersebut, sehingga cita-cita para pendiri bangsa dapat terwujud.

Bupati mengatakan bahwa melalui dialog ini, proses transformasi pemikiran dan aksi anak bangsa terus dikembangkan sehingga Empat pilar kebangsaan dapat didaur ulang sesuai dengan tuntutan zaman laksana menenun kain kebangsaan kita, dan membangun jembatan imajinatif yang menghubungkan harapan dan kenyataan kebangsaan, serta yang lebih penting lagi dialog kebangsaan mampu menghindari ego sentris, mis – persepsi, dan mis – komunikasi antar kelompok yang ada di masyarakat.

Sementara H Sukiman menjelaskan bahwa dialog kebangsaan ini merupakan ruang dialog antar generasi muda yang harus di dukung semua pihak sehingga ada spirit pencerahan, penyadaran dan mempromosikan paham kebangsaan yang terdapat dalam kegiatan sosialisasi ini sebagai penguat kekompakan dan kebersamaan di Kabupaten Sintang.

Ia juga menghimbau kepada para seluruh peserta dan penyelengara sosialisasi Empat pilar kebangsaan ini untuk dapat menghadirkan perspektif –perspektif baru bagaimana kita memahami dan menghayati Empat pilar kebangsaan sebagai dialog yang membangun dan tidak hanya sebatas pengayaan wacana semata akan tetapi bagaimana membumikan nilai –nilai dari Empat pilar kebangsaan di seluruh aspek kehidupan di Kabupaten Sintang. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY