Bupati SIntang, Jarot Winarno, Saat Meninjau Salah Satu Stand, Pada Kegiatan Bursa Inovasi Desa (Foto: Sg/Hms)
Bupati SIntang, Jarot Winarno, Saat Meninjau Salah Satu Stand, Pada Kegiatan Bursa Inovasi Desa (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, secara resmi membuka kegiatan bursa inovasi desa di Kompleks Stadion Baning Sintang, Rabu (20/12) lalu.

“Tahun 2015 hingga 2017 ini merupakan tahap persiapan dan konsolidasi. Tahun depan kita harapkan penggunaan dana desa sudah lebih berkembang lagi, lebih dominan pada pemberdayaan masyarakatnya,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga menyarankan agar masalah kewirausahaan di tingkat desa melalui BUMDes menjadi prioritas.

“Lalu kita lakukan peningkatan SDM di tingkat desa baru kemudian kita bicara tingkat insfrastruktur. Jadi para kepala desa tadi memilihlah ide-ide di tiap bursa, pun kalau tidak ada yang sesuai, bisa memberikan usulan ide kepada panitia,” tuturnya.

“Kita mau penggunaan dana desanya lebih inovatif kedepannya, untuk mencapai desa yang lebih mandiri. Suatu saat jika desa sudah bisa mandiri kan lebih baik lagi,” tutup orang nomor satu di Sintang itu saat wawancara dengan awak media usai meninjau sejumlah stand-stand bursa.

Pada kegiatan ini, materi pilihan pada bursa ini dibagi dalam 3 (tiga) kategori, bidang sumberdaya manusia (SDM), bidang insfrastruktur dan bidang kewirausahaan. Dalam katalognya ada beberapa contoh inovasi yang dibuat oleh berbagai desa di Indonesia sesuai dengan item-item inovasi yang ditawarkan kepada desa-desa.

Pada bidang pengembangan SDM ada 33 item rencana inovasi terdiri dari bidang kesehatan dan bidang pendidikan.

Pada bidang kesehatan, ada kontrak sehat dengan keluarga bawah garis merah (BGM), model posyandu remaja, BPJS Desa Mandiri, Kelompok Peduli ASI desa, konselor sebaya untuk kesehatan, menghidupkan kembali tabungan ibu bersalin (tabulin), pembagian sasaran posyandu, tanggap darurat gizi buruk, bank darah untuk ibu hamil dan jejaring untuk pelayanan inkulsi, keberlanjutan pelayanan parenting.

Selain itu, ada juga, program JAMKESMAS dan bapak angkat kesehatan, menggaet investasi untuk pelayanan inkulsi, forum kesehatan desa siaga, komitmen bersama Kades mengusung kegiatan pelayanan sosial dasar (PSD), optimalisasi aset desa untuk memandirikan posyandu, penanganan luar biasa bidang kesehatan melalui posyandu, penanganan gizi buruk melalui pondok gizi desa (pogides), desa dengan kesehatan lingkungan, desa PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), desa peduli hipertensi, sarana dan perlengkapan posyandu, pelatihan kader posyandu, pemberian makanan tambahan dan bantuan keuangan kader posyandu.

Pada bidang pendidikan, menumbuhkan minat baca di desa, memaksimalkan potensi desa untuk pendidikan, pengalokasian dana desa untuk PAUD dengan surat hibah, revitalisasi PAUD, membuka jejaring tambahan pengajar PKBM, mengatasi kesulitan signal dengan program internet desa berbasis satelit, bantuan transportasi siswa dan sarana, perlengkapan dan seragam sekolah siswa.

Pada bidang insfrastruktur ada 7 item inovasi, kajian untuk menentukan teknologi dan ketersediaan air desa, pengelolaan sarana air bersih desa, pengelolaan sumber mata air melalui konservasi hutan berbasis kearifan lokal oleh pemerintah desa, memanfaatkan solar cell untuk mengakses air bersih, pengelolaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) melalui peraturan desa, memanfaatkan aliran sungai menjadi desa mandiri energi, konservasi bambu untuk menjaga sumber mata air dan debit air embung dalam mendukung pertanian dan ekowisata.

Pada bidang kewirausahaan ada 10 item inovasi, pemanfaatan tenaga profesional untuk pengembangan usaha desa, desa menghidupkan kembali BUMDes yang dibekukan, mengubah limbah minyak goreng menjadi PAD, mengamankan pendapatan desa wisata melalui penerapan e-ticketing, upaya pemerintah desa menguji kelayakan kinerja BUMDes sebelum memberikan modal kerja, merintis produk unggulan desa melalui budidaya lada dan budidaya buah naga, mengubah sampah menjadi tabungn pendidikan, kebijakan ternak kambung untuk pendidikan,  dan inovasi BUMDes Karya Makmur menjamin pasar petani sawit kecil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalimantan Barat, Drs Yosef Alexander, M.Si, mengatakan bahwa usaha inovasi desa ini merupakan upaya untuk mengajak masyarakat berubah pola hidup menjadi lebih baik.

“Diharapkan ada inovasi baru di masyarakat pada tahun 2018 ini. Dengan adanya kegiatan ini, desa ditawarkan berbagai hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian mereka di desa,” ujarnya.

Pembukaan acara ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali oleh Bupati Sintang, dan pelepasan balon oleh Kepala Dinas PMD Provinsi Kalbar. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 391 desa yang ada di Kabupaten Sintang.

“Yang hadir sebanyak 1500 orang. Terdiri dari kepala desa, ketua BPD, tomas, camat dan pihak-pihak lain yang terkait,” ujar Ulidal Muhtar, S.Sos., M.Si, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, dalam laporannya.

“Kegiatan ini menampilkan ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa. Melalui kegiatan ini kita mau menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah serta beberapa inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa yang lebih efektif dan iovatif,” paparnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin beserta seluruh polsek se-Kabupaten Sintang. Sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY