KalbarOnline, Sekadau – Sejumlah kawasan pedalaman, terpencil dan terluar saat ini menjadi prioritas pemerintah dalam memberikan pembangunan yang merata.

Salah satu kawasan pedalaman yang sangat sulit dilalui yaitu di kawasan Dusun Riam Panjang, Desa Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Menuju ke kawasan ini, bersama rombongan Wakil Bupati Kabupaten Sekadau, Aloysius, Kepala Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Kalbar, Kusmana dan Polda ini, harus melewati jalan sawit yang berbukit, terjal dan menurun.

Tak hanya itu, tanah merah yang dilewati jika kondisi basah, maka hanya kendaraan jenis double gardan yang mampu melewatinya karena jalan lumpur disepanjang perjalanan.

Saat rombongan menuju kawasan pedalaman tersebut, hujan turun dengan derasnya sehingga meski telah satu persatu mobil antri untuk naik dijalan yang agak terjal, kendaraan salah satu rombongan mengalami kesulitan sehingga beberapa sopir harus turun membantu untuk mengarahkan agar jangan sampai terpeleset ke tebing yang ada ditepian jalan kanan dan sisi kiri kendaraan.

Alhasil seluruh pakaian sopir termasuk Kabid Pengendalian BKKBN Sekadau, Budi Mustika kotor akibat mendorong mobil, sepatu dan baju penuh tanah merah akibat roda mobil yang dipaksa naik menuju bukit agar dapat melintas jalan yang terjal.

Sekitar 10 menit, akhirnya rombongan dapat menyelesaikan jalan terjal dengan bantuan didorong oleh beberapa sopir dan staff dari BKKBN dan Polda Kalbar.

Dengan perjalanan sekitar hampir tiga jam dari Simpang Rawak Kabupaten Sekadau ini, akhirnya Desa Nanga Kiungkang dapat kami sambangi.

Kepala Desa Nanga Kiungkang, Muhamdi mengatakan sebenarnya kawasannya tak jauh dari perkotaan, namun pembangunan jalan sama sekali belum dilakukan hingga saat ini.

Menurutnya dengan adanya kejadian sulitnya rombongan masuk kedesanya maka seluruh rombongan dapat merasakan sakitnya tinggal didaerah pedalaman.

“Dengan sulitnya desa kami ini dilalui maka kami berharap semua yang belum pernah kesini bisa merasakan sakit seperti yang kami rasakan di pedalaman,” ungkapnya saat Pencanangan Bulan Bhakti KB-Kes Bhayangkara dan Pencanangan Kampung KB di Dusun Riam Panjang, Desa Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, belum lama ini.

Ia menjelaskan, jalan pemerintah sebenarnya ada namun sangat sulit dilalui.

“Selain kecil, harus melewati jembatan gantung yang tidak seberapa kekuatannya,” tukasnya.

Dengan datangnya rombongan ke Desanya, Muhamdi mengaku senang karena pada akhirnya warga bisa melihat kendaraan roda empat yang sangat bagus dan bisa dilihat secara nyata.

“Meski para rombongan sulit untuk datang kesini, cita-cita warga terkabul dan akhirnya mobil bisa masuk ke Kampung kami,” terangnya.

Saking bahagianya Desa Kiungkang dijadikan Kampung KB oleh pemerintah, ia atas nama warga mengucapkan terima kasih atas program yang dilaksanakan di desanya.

“Benar-benar berterima kasih, desa kami di pedalaman menjadi desa Kampung KB agar desa kami menjadi desa dengan generasi berkualitas,” jelasnya.

Kades menjelaskan program KB bukan berarti pemerintah melarang untuk menikah namun mengarahkan warga agar lebih sehat bahagia dan sejahtera.

“Bahasa kampungnya “Usah Kawin Muda”,” ucapnya.

Mirisnya, jalan yang ada, dijelaskan Kades merupakan jalan perusahaan sawit yang dipinjamkan untuk dapat dilalui masyarakat sekitar.

“Meski agak memutar tetapi mobil bisa lewat,” tuturnya.

Kepala Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana mengaku jalan yang dilalui kali ini agak sulit dikarenakan kondisi hujan.

“Namun seberapa berat kondisi jalan, kami tetap berjuang membangun Kampung KB sesuai dengan nawacita Presiden kita Bapak Joko Widodo,” tandasnya. (Mus/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY