Penyambutan Bupati Sintang, Jarot Winarno Bersama Rombongan (Foto: Sg/Hms)
Penyambutan Bupati Sintang, Jarot Winarno Bersama Rombongan (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Tengah merupakan salah satu desa diantara tiga desa yang dikunjungi oleh Bupati Sintang bersama rombongan ketika melakukan kunjungan kerja Bupati pada tahun 2017 di wilayah Kecamatan Ketungau Tengah, saat itu Bupati Sintang bersama rombongan melakukan pertemuan dengan masyarakat di Desa Nanga Bayan yang dilaksanakan di rumah kepala Desa pada Kamis (25/5/2017).

Bupati Sintang saat itu duduk bersama-sama dengan masyarakat membahas tentang pembangunan yang ada di desa, Jarot menyampaikan bahwa Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang merupakan beranda terdepan untuk menjadi etalase negara yang berbatasan dengan negara tetangga seperti malaysia yang menjadi potret kehidupan diwilayah perbatasan, “tentunya kita sebagai masyarakat yang ada di Kecamatan Ketungau Hulu terutama di Desa Nanga Bayan ini harus bisa menjadi masyarakat yang saling bersatu, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, jangan sampai ada perpecahan di antara masyarakat di Ketungau Hulu ini, dan tetap NKRI harga mati, sampai saat ini tunjukan bahwa Indonesia di mata Malaysia kita bersatu padu tidak ada perpecahan”. Kata Jarot

Menurut Bupati Sintang, daerah perbatasan seperti Ketungau Hulu ini merupakan salah satu bentuk nyata Pemerintah hadir dalam penyelenggaraan pembangunan wilayah perbatasan, “kami hadir dari baik itu dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, yang ditopang dengan aparat keamanan yang ada dilingkungan Ketungau Hulu ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk pembangunan di wilayah perbatasan dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat, sehingga Pemerintah tidak tutup mata untuk persoalan pembangunan di wilayah perbatasan”. Tambahnya

Jarot menyampaikan bahwa nawacita dari Presiden Republik Indonesia adalah membangun wilayah dari pinggiran, tentunya ini seperti Desa Nanga Bayan masuk dalam tiga kriteria wilayah, yaitu wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan, sehingga desa-desa yang terdekat dengan wilayah perbatasan ini menjadi prioritas utama pembangunan, seperti pembangunan infrastruktur dasar, dan tentunya tidak henti-hentinya Pemerintah Pusat mengucurkan dana anggaran untuk pembangunan-pembangunan yang ada di desa kita ini”. Tutur Bupati Sintang.

Melanjutkan arahannya, Bupati Sintang menyampaikan ada empat program prioritas dalam membangun desa kita agar desa kita semakin baik, “saya sampaikan kepada kita semua yang ada di Desa, untuk dapat menerapkan empat program prioritas pembangunan desa, yang pertama yaitu produk unggulan desa yang dimana produk-produk unggulan desa seperti lada hitam, karet, sawit dan sebagainya kita kenalkan ke wilayah luar, kita jual ke wilayah negara tetangga dengan demikian ekonomi masyarakat di wilayah ketungau semakin meningkat, yang kedua, revitalisasi BUM-Des, yang sudah ada BUM-Des diperbaiki lagi sistemnya, yang belum ada cepat di buatkan BUM-Des karena dapat meningkatkan perekonomian kita di desa juga, yang ketiga ialah membuat embung yang dimana merupakan saluran irigasi, untuk mengairi sawah kita, untuk juga mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dan yang ke empat adalah sarana olahraga desa, sebagai sarana rekreasi masyarakat yang sudah jenuh dengan pekerjaan dan membutuhkan rekreasi untuk menyegarkan fikiran setidaknya lapangan bola dan lapangan voly.” Pesan Jarot.

“saya berpesan kepada seluruh masyarakat dan perangkat desa, tetap jaga kekompakan dalam membangun desa kita, agar desa kita semakin hari semakin maju, dan jangan ada perpecahan, tetap bersatu padu, menjaga kekompakan, memiliki rasa persatuan dan kesatuan diantara kita”. Himbau Bupati

Kemudian, Kepala Desa Nanga Bayan, Runa mengatakan masyarakat berbahagia karena Bupati Sintang dapat hadir di desa kami, karena kami disini sangat membutuhkan bantuan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat kepada Bupati, kami berharap dengan datangnya Bupati Sintang bersama rombongan dapat memperjuangkan pembangunan jalan, jembatan, dan kalau bisa jembatan-jembatan yang ada jangan menggunakan kayu, sebab kalau aliran air deras bisa menghancurkan jembatan yang terbuat dari kayu, sementara itu untuk kebutuhan air bersih di desa Nanga Bayan juga masih mengalami kendala, harapan kedepannya semoga Bupati Sintang bersama rombongan dapat memecahkan memberikan bantuan kepada kami solusi untuk di desa-desa perbatasan khususnya di Desa Nanga Bayan. Harap Runa.(Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY