Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Sutarmidji (Foto: Elf)
Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Sutarmidji (Foto: Elf)

IPKM Pontianak berada di peringkat 22 yang sebelumnya di 123

Sutarmidji: SDM yang sehat akan meningkatkan IPM

KalbarOnline, Pontianak – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 3 (tiga), Sutarmidji – Ria Norsan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat, melalui 3 (tiga) program unggulannya yakni, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur yang akan bermuara pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca Juga: Sutarmidji: Inovasi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Berada di Urutan Kedua se-Indonesia

Sutarmidji menegaskan bahwa bidang kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan IPM di Kalbar yang saat ini berada di urutan 29 dari 34 provinsi se – Indonesia.

“Kenapa menjadi faktor penting?, karena sumber daya manusia yang sehat akan membantu meningkatnya IPM. Apabila IPM meningkat, tentu investasi di Kalbar juga akan meningkat, yang nantinya investor – investor akan menyerap tenaga kerja lokal Kalbar. Untuk itu, kita perlu siapkan sumber daya manusia yang sehat dan punya daya saing,” tegas Sutarmidji.

Baca Juga: Menpan-RB: Saya Akan Endorse Seluruh Kepala Daerah Tiru Pontianak

Dalam upaya meningkatkan IPM Kalbar, Sutarmidji menegaskan bahwa salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan menyediakan pelayanan kesehatan terbaik se – Indonesia. Selain itu juga meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan.

Sutarmidji juga menegaskan bahwa prioritas utama Midji – Norsan apabila diamanahkan memimpin Kalbar yakni membangun Rumah Sakit Provinsi (RSUD Soedarso) menjadi 12 lantai, dan menjadikannya sebagai pusat rujukan. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tampung dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Kalbar.

Baca Juga: RSUD Kota Pontianak Jadi Role Model Pelayanan Publik

“Pelayanan kesehatan di Kalbar harus menjadi yang terbaik se – Indonesia. Itu target saya. Salah satunya membangun Rumah Sakit Provinsi menjadi 12 lantai dan memastikan RS Provinsi ini sebagai pusat rujukan. Kalau pelayanan kesehatan sudah bagus, kesehatan masyarakat terjaga, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bisa ditingkatkan dengan secara maksimal,” tegasnya.

Sutarmidji juga mengatakan bahwa dirinya akan membangun Rumah Sakit tanpa kelas yang akan berguna untuk masyarakat pengguna BPJS mendapat pelayanan kesehatan yang sama.

“Untuk mengatasi pemerataan kesehatan, saya akan bangun Rumah Sakit tanpa kelas. Pengguna BPJS dapat pelayanan kesehatan yang sama. Dan hal itu sudah saya lakukan di Pontianak yakni RSUD Kota Pontianak. Nantinya itu akan merata hingga menjangkau masyarakat perdesaan,” jelas Sutarmidji.

Berkaca dari Kota Pontianak, tentu program kesehatan yang ditawarkan Sutarmidji dapat terwujud.

Diketahui bahwa, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Kota Pontianak saat ini berada di peringkat ke 22 yang sebelumnya berada di peringkat 123.

“Artinya lompatan IPKM Pontianak mencapai 101 tingkat. Rata-rata Kabupaten/kota di Kalbar berada di peringkat 300. Dan ini merupakan penilaian resmi. Nah, hal ini yang akan saya tularkan ke daerah se – Kalbar,” tekadnya.

“Kita satu-satunya di rangking 22. Artinya Indeks pembangunan kesehatan masyarakat kita semakin tahun semakin baik. Kedepan bisa berada di urutan antara 15 hingga 20,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY