KalbarOnline, Landak – Guna mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), PT Sampoerna Agro Tbk melalui anak perusahaannya PT Nusantara Sarana Alam (NSA) di Dusun Sibolabit, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu membentuk sebuah Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

KTPA yang tergabung dari enam Desa yang berada di wilayah PT NSA tersebut, PT Sampoerna Agro juga melakukan pendidikan dan pelatihan kepada anggota KTPA denga bekerjasama dari pihak Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Duafa Jakarta selama dua hari.

Penutupan pelatihan pun ditandai dengan Apel Siaga Karhutla yang dihadiri oleh Pj Sekda Landak, Alpius, Waka Polres Landak, Kompol Damianus Dedi Susanto, Head Pengembangan Area Landak PT Sampoerna Agro, Cipto Basuki, Chief Operation Officer (COO) PT Sampoerna Agro, Parluhutan Sitohang.

Kemudian Kapolsek Menyuke, Kapolsek Meranti, Kapolsek Teriak, para Kepala Desa yang ada di wilayah PT NSA. Sedangkan peserta apel terdiri dari anggota Polsek dan Koramil, staf PT Sampoerna, dan anggota KTPA enam Desa.

Head Area Pengembangan PT Sampoerna Agro Tbk, Cipto Basuki, menerangkan dengan adanya pelatihan dan pembentukan KTPA ini sebagai perhatian dari pihak perusahaan untuk antisipasi Karhutla.

“Semoga ke depan kita lebih bagus untuk lingkungan udara pada musim kemarau, dan lingkungan kita juga semakin baik tidak ada polusi,” harap Cipto.

Pj Sekda Landak, Alpius yang menjadi pemimpin apel mengatakan, Kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi di Indonesia termasuk di Kalbar menjadi perhatian Nasional bahkan Internasional.

“Ini kesempatan kita memberi perhatian kepada masyarakat dalam menanggulanggi bencana tahunan yakni kebakaran hutan dan lahan,” ujar Alpius.

Alpius juga mengajak, pihak swasta, masyarakat, beserta Pemerintah untuk meningkatkan kepedulian dan keterpanggilan dalam menanggulanggi karhutla.

“Lebih baik kita lakukan preventif dari pada penanganan. Kami ucapkan terimakasih sekali karena sudah menggelar apel siaga karhutla. Tentunya kita sudah menindaklanjuti perintah Pak Presiden mencegah karhutla,” terangnya.

Diakui Alpius, karena memang ada perintah dari Presiden agar dalam membuka lahan tidak membakar.

“Ini juga komitmen Pemda dengan perusahaan,” terangnya.

Disamping itu juga, saat ini memang perlu kesiapsiagaan mulai dari sarana prasaana dan personil di setiap perusahaan.

“Cuaca yang sekarang sudah berubah, kita selaku masyarakat juga perlu bermitra dengan pihak perusahaan,” pintanya.

Alpius berharap perusahaan yang lain bisa mencontohkan PT Sampoerna Agro dalam kesiapsiagaan Karhutla.

“Perusahaan yang ada ini adalah aset bersama, baik pihak perusahaan mau pun masyarakat. Jadi ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Karhutla,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya menekankan agar korporasi memiliki barisan pemadam guna mencegah timbulnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Perusahaan perkebunan wajib memiliki barisan pemadam. Dengan demikian diharapkan bisa mengontrol bencana musiman ini di 2018 mendatang dan jangan sampai ada kebakaran,” ujarnya.

Wagub juga menambahkan bahwa Pemprov sudah melakukan berbagai upaya untuk penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Dari pembentukan kelompok di desa-desa yang berpotensi terjadi Karhutla. Secara data ada 174 desa yang berpotensi Karhutla.

Lalu mengoptimalkan peran dunia usaha, patroli terpadu, penyediaan peralatan dan pendanaan untuk penanganan kahutla hingga optimalisasi sosialisasi penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.

“Jadi upaya pencegahan itu penting dan utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (Mur/To)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY