Bupati Sekadau, Rupinus Foto Bersama Pencipta Lagu Kepai-Kepai (Foto: Mus)
Bupati Sekadau, Rupinus Foto Bersama Pencipta Lagu Kepai-Kepai (Foto: Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Bupati Sekadau, Rupinus SH., M. Si bangga dengan kreatifitas putra-putri dayak Sekadau dalam melestarikan seni dan budaya dayak Kabupaten Sekadau.

Hal tersebut di ungkapkan orang nomor satu dibumi lawang kuari, pada dua putra asal Belitang Hulu, Hardi Nehemia dan Tonisius pencipta sekaligus penyanyi lagu dayak mualang “Kepai-Kepai”.

“Mewakili masyarakat Sekadau, saya tentunya bangga atas karya putra-putri Kabupaten Sekadau, secara khusus di bidang seni tarik suara, tak terkecuali, dari mana dan siapa yang menyanyikannya, seperti salah satu yang top di Gawai kali ini adalah lagu yang berjudul “Kepai-Kepai”, bagus teruslah berkarya untuk Kabupaten Sekadau,” ujar Bupati.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, SH., M.Si, senang dan bangga pada mereka yang dengan keterbatasan fasilitas rekaman bisa membumingkan lagu “Kepai-Kepai” di Kalbar ini.

“Kita dukung karya mereka, teruslah berkarya untuk Sekadau,” ujar Wabup.

Ditemui di Sekadau Tonisius dan Hardi pencipta sekaligus penyanyi asli “Kepai-Kepai” mengatakan bahwa mereka berdua tidak menyangka lagu yang diciptakan iseng-iseng itu diterima cepat di telingga masyarakat Kalimantan Barat secara khusus masyarakat dayak.

“Awal terciptanya lagu “Kepai-Kepai” ini iseng-iseng aja, lagi ngumpul bersama teman, saat libur sekolah di salah satu warung tepi jalan, tiap hari banyak cewek-cewek muda lewat, tiap ada cewek cantik, kawan-kawan selalu panggil dengan sebutan Hay… cewek, dengan tangan di “kepai” sebutan lambai, panggil minta singgah, tapi cewek tersebut tak singgah juga,” Ucap Tonisius, pria kelahiran Nanga Sadus 2 Febuari 1997 anak ketiga dari pasangan Bapak Yakob dengan Ibu Penina itu.

Sementara Hardi menambahkan “Sebagai lanjutan lirik lagu hari berikutnya kembali tunggu cewek itu lewat, dan cewek tersebut terus dalam ingatan, hingga dibawa ke mimpi, dengan ada tumbuh cinta di hati ingin memilikinya, tapi karena malu bilang, apalah daya cinta tak kesampaian, Untuk itulah tiap hari si cewek lewat hanya bisa ekpresikan tangan manggil dengan sebutan “Kepai-Kepai”,” cerita Hardi, pria Balau Milot, Desa Bukit Rambat Belitang Hulu, anak ke 6 dari 6 Bersaudara dari pasangan Rabasi (Alm) dengan Ibu Masdiana itu.

Tak hanya itu Tonisius yang juga menempuh pendidikan di Fisip Untan Semester 5 itu mengatakan bahwa proses rekamannya sangatlah sederhana.

“Kita dapat aplikasi dari salah medsos, kemudian kita rekam kemudian dibagikan ke smartphone untuk di putar setiap ada ngumpul sama kawan, di kos maupun di kampus,” paparnya.

“Namun begitu kita berdua tidak ada ngunggah lagu tersebut ke medsos, dan kita tak tau siapa yang mengoplod lagu “Kepai-Kepai” tersebut hingga buming di telinga masyarakat secara khusus di Sekadau, selain itu lagu “Kepai-Kepai” juga pernah menjadi lagu wajib kompetisi lagu dangdut Kalbar di Pontianak yang disiarkan langsung di televisi lokal Kalbar,” cerita Hardi seraya mengucapkan terimakasih atas partisipasi semua.

Tak habis di “Kepai-Kepai” saja, Hardi dan Toni bahkan sudah menciptakan berapa lagu dayak lainnya, diantaranya adalah “Bujang Perokok” dan “Beguang”.

“Meski tidak se-hit lagu “kepai-kepai” tapi kedepan kita akan terus berkarya dengan lagu khas Mualang lainnya dengan lirik menginspirasi serta mencerminkan ciri khas dayak khususnya Mualang di Kabupaten Sekadau,” tutur dua pria berbakat alami tersebut.

“Dengan harapan dukungan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sekadau kita siap berkarya untuk Sekadau maju, mandiri dan berdaya saing khususnya dalam tarik suara lagu daerah,” tukasnya. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY