KalbarOnline, Sekadau – Wakil Bupati Sekadau, Aloysius berharap peran aktif semua pihak dalam meningkatkan program KB. Hal itu disampaikanya dalam pembukaan pencanangan bulan KB-Kes Bhayangkara dan pencanangan kampung KB di Dusun Riam Panjang, Desa Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, beberapa waktu lalu.

“Program KB erat kaitannya dengan pengendalian pertumbuhan penduduk. Dimana sasaran akhir program tersebut bukan hanya jumlah anak, melainkan mewujudkan keluarga kecil sehat, bahagia dan sejahtera,” ujar Wabup.

Orang nomor dua di Bumi Lawang Kuari ini mengatakan, masalah kependudukan juga memiliki aplikasi yang luas terhadap perubahan sosial disegala bidang.

Bidang-bidang tersebut diantaranya, pendidikan, tenaga kerja, kesehatan, sandang pangan juga dapat berpengaruh pada pembangunan baik ditingkat kabupaten hingga nasional.

“Untuk meningkatkan program KB tentu harus melibatkan peran aktif semua pihak, salah satunya kemitraan dengan Polri,” tukasnya.

Untuk itu, ia berharap adanya percepatan pembangunan desa di segala sektor. Dikatakan dia, percepatan pembangunan baik itu infrastruktur, pendidikan, kesehatan, KB, kependudukan dan pembangunan keluarga.

“Terutama revolusi mental bagi anak-anak. Karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Sementara Kapolres Sekadau, AKBP Yury Nurhidayat, mengapresiasi BKKBN perwakilan Kalimantan Barat yang konsisten mengimplementasikan kesepakatan bersama antara Polri dan BKKBN.

Dimana, lanjutnya, pihak BKKBN memfasilitasi alat dan obat bagi pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

“Kesepakatan bersama itu direspon secara positif oleh jajaran Polri dan ASN dengan menyiapkan personel sebagai kader dan pengelolan program pembinaan ketahanan keluarga,” imbuhnya.

Kapolres mengatakan bahwa Kepolisian sangat peduli terhadap kualitas keluarga. Sebab, kata dia, keluarga yang sehat, cerdas, sejahtera akan berimplikasi pada perilaku untuk tidak melanggar hukum dan tindak pidana.

“Perilaku menyimpang dipengaruhi banyak hal. Untuk itu pihak kepolisian menyambut baik kerjasama antara Polda Kalbar dengan BKKBN Kalbar,” tukasnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan KB-Kes Bhayangkara kali ini tidak hanya terfokus pada program KB dan kesehatan saja. Melainkan untuk menyiapkan generasi berencana agar kedepan generasi penerus bangsa memiliki masa depan yang lebih baik dan berkualitas.

“Untuk mencapai harapan bersama perlu kerja keras semua pihak, termasuk dari jajaran kepolisian mulai dari Polda hingga Polsek. Kemudian desa atau kelurahan melalui Bahbainkamtibmas,” tandasnya.

Sementara Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Kusmana mengatakan, Kalbar sangat tinggi menikah usia dini. Ia menambahkan, ada banyak dampak akibat menikah usia dini, salah staunya menjadikan keluarga tidak berkualitas.

“Hal ini disebabkan nikah usia dini tidka terencana dengan baik. Karena nikah bukan diusia nikah tapi menikah diusia masih muda,” paparnya.

Dirinya mengatakan, ada berbagai cara yang bisa menjadikan keluarga berkualitas, salah satunya tidak menikah diusia dini.

“Kegiatan KB-Kes BKKBN dan Bhayangkara merupkan salah satu bentuk kepedulian terhadap sumber daya masyarakat,” tandasnya. (Mus/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY