Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Foto Bersama, Usai Menutup FSO2S di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Foto Bersama, Usai Menutup FSO2S di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak (Foto: Jim Hms)

Lirik 16 Bidang Industri Kreatif

KalbarOnline, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengapresiasi digelarnya Festival Seni Olimpiade Olahraga dan Sains (FSO2S) di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Kegiatan yang diikuti oleh pelajar ini sudah digelar untuk ke-24 kalinya.

Ia menyebut, FSO2S ini setiap tahun harus terus dikembangkan sebab sudah sejalan dengan program pemerintah yakni industri kreatif yang mencakup 16 bidang.

“Saya berharap adik-adik SMA Muhammadiyah 1 ini didorong mampu untuk berkreasi dalam industri kreatif,” ujarnya saat menutup FSO2S, Sabtu (28/10).

Menurutnya, kalangan generasi muda harus mengetahui dan mempelajari ke-16 industri kreatif itu. Dengan demikian, mereka bisa melirik mana bidang yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan.

“Saya ambil contoh kuliner misalnya, sektor itu menyumbangkan 34 persen dalam industri kreatif, fashion 27 persen dan kerajinan 14 persen,” ungkap Sutarmidji.

Kedepan, kata Wali Kota dua periode ini, peredaran uang dalam sektor industri kreatif kian meningkat. Bahkan, pemerintah pusat memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia dalam APBN 2018.

Artinya, pengembangan SDM ini dalam rangka untuk memacu pertumbuhan industri kreatif. Pertumbuhan industri kreatif yang memberikan kontribusi 5,76 persen dalam pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dari sektor pertanian, pertambangan, kelistrikan dan sektor-sektor lainnya.

“Jadi jangan jadi penonton, Ketika anak muda dari sekarang sampai ke depan hanya jadi penonton, maka kalian akan tersisihkan dari kompetisi yang semakin berat,” katanya.

Sutarmidji mengajak generasi muda Pontianak untuk ikut terlibat dan memanfaatkan peluang dalam industri kreatif.

Apalagi saat ini sudah memasuki era finansial teknologi, start up-start up dan lainnya, di mana mereka yang mampu mengolah informasi menjadi komoditas ekonomi yang menguntungkan.

“Adik-adik yang tidak bisa memanfaatkam peluang itu, maka dia akan menjadi penonton. Teruslah berkreatifitas dan upayakan kreatifitas yang kalian ciptakan itu bernilai ekonomis,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY