Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf Elektronik, Menteri AHY: Semangat Pemerintah Modernisasi Layanan Pertanahan

KalbarOnline, Gresik – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerahkan empat sertifikat tanah wakaf di Masjid Besar Ainul Yaqin Sunan Giri, Kabupaten Gresik, pada Jumat (05/07/2024). Sertifikat tanah wakaf yang diserahkan kali ini bukan lagi sertifikat analog tapi sudah dalam bentuk Sertifikat Tanah Elektronik.

“Tadi yang kami serahkan adalah Sertifikat Tanah Elektronik. Jadi, ini bagian dari semangat pemerintah dan Pak Presiden benar-benar menekankan agar transformasi digital terus kita kejar seiring dengan upaya melakukan modernisasi dalam pemerintahan, termasuk manajemen tata kelola di bidang pertanahan dan tata ruang,” kata Menteri AHY dalam doorstop dengan awak media usai menyerahkan sertifikat tanah wakaf.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Menurut Menteri AHY, Sertifikat Tanah Elektronik ini lebih mempermudah masyarakat dalam memelihara kepemilikan bukti hak atas tanah. Oleh sebab itu, ia berharap semakin banyak kantor pertanahan (kantah) yang mengimplementasikan layanan Sertifikat Tanah Elektronik.

Baca Juga :  Sinergi BPN, Kejari dan Pemkot Pontianak Selamatkan 8 Aset Eks Puskesmas Pal Lima dan 53 Fasos-Fasum

“Kita berharap jika semakin banyak Kantah yang bisa melayani masyarakat, terutama pelayanan Sertifikat Tanah Elektronik, maka akan mempermudah urusan (masyarakat, red). Yang pasti lebih cepat, transparan, akuntabel, dan tidak perlu lagi ada pengurusan yang menggunakan perantara, bisa langsung,” lanjut Menteri AHY.

Sertifikat Tanah Elektronik juga akan menyederhanakan cara pengecekan bidang tanah yang dimiliki masyarakat.

“Kalau sudah punya Sertifikat Tanah Elektronik bisa dicek kapan saja, menggunakan handphone, sederhana sekali, ada barcode dan langsung tertera jelas siapa pemiliknya, luasannya, di mana petanya, dan sebagainya. Mudah-mudahan ini terus bisa kita kembangkan,” ucap Menteri AHY.

Kendati memudahkan masyarakat, Menteri AHY menyadari bahwa dengan menggunakan sistem digital maka ada kerentanan, terlebih dari ancaman cyber crime.

“Oleh karena itu, kami harus pastikan sistem pengamanan yang dimiliki Kementerian ATR/BPN termasuk dalam urusan Sertipikat Tanah Elektronik ini bisa tetap terjaga di tengah-tengah situasi yang kita tahu akhir-akhir ini banyak ancaman cyber crime dan peretasan, sehingga kita berharap Kementerian ATR/BPN termasuk lembaga negara lainnya terus memperkuat sistem (elektronik, red) ini,” pungkas Menteri AHY.

Baca Juga :  Konsul Haji KJRI Sebut Umrah Bisa Segera Dilaksanakan

Untuk diketahui, keempat sertifikat tanah wakaf yang diterbitkan kali ini diperuntukkan bagi Yayasan Makam Sunan Giri Kebomas Gresik, Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri, Yayasan Pondok Pesantren Darul Insan Gresik dan Musala Baitur Rahman.

Turut hadir dalam kesempatan ini, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. Hadir pula, Plt Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur beserta jajaran. (Jau)

Comment