Pekerja Bangunan di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik

KalbarOnline, Kubu Raya – Seorang pekerja bangunan asal Kubu Raya tewas tersengat listrik saat memperbaiki atap gudang sawmil mini di salah satu toko bangunan di Desa Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (27/06/2024).

Korban bernama Matsuki (61 tahun), warga Kecamatan Sungai Raya. Ia meninggal dunia setelah meteran yang digunakannya bersentuhan dengan kabel listrik beraliran tinggi.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Kejadian tragis ini terjadi saat Matsuki sedang melakukan pengukuran jarak kayu untuk memasang atap sawmil mini. Meskipun sempat dilarikan ke Puskesmas Lingga untuk mendapatkan pertolongan medis, sayangnya nyawa Matsuki tidak tertolong.

Baca Juga :  Mayat Rahma Ditemukan Mengapung di Perairan Lepas Pantai Simpang Empat Arah Rasau Jaya

Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade membenarkan peristiwa tersebut. Ade menjelaskan, bahwa korban tersengat aliran listrik saat meteran (alat ukur) yang berbahan seng menyentuh kabel listrik tegangan tinggi milik PLN.

“Setelah tersengat listrik, korban terkapar di atas atap bangunan gudang yang tingginya kurang lebih 4 meter. Beberapa saksi kemudian naik untuk mengevakuasi korban dan segera membawanya ke Puskesmas Lingga untuk mendapatkan pertolongan medis,” jelas Ade, Jumat (28/06/2024).

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di Puskesmas Lingga, korban dinyatakan meninggal dunia,” sambungnya.

Ade menambahkan, bahwa pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi karena telah merelakan dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Korban saat ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini.

Baca Juga :  Demi Membeli Sabu, Pria Muda Asal Kubu Raya Nekat Curi Motor

“Kami dari Polres Kubu Raya mengimbau kepada seluruh warga, khususnya para pekerja bangunan, untuk selalu memastikan keamanan diri saat bekerja, sehingga peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” ujar Ade. (Jau)

Comment