Pj Gubernur Harisson Minta Bupati dan Wali Kota Lebih Serius Tangani Stunting

KalbarOnline, Pontianak – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson meminta kepada para bupati dan wali kota untuk lebih serius lagi dalam menangani persoalan stunting di daerahnya masing-masing.

Hal itu diungkapkan Harisson saat membuka rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda) tingkat Provinsi Kalbar, di mana turut hadir perwakilan daerah dalam kegiatan itu.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Harisson menyatakan, bahwa sebagai penjabat gubernur, dirinya telah menerbitkan sejumlah payung hukum yang bisa digunakan bupati dan wali kota untuk bergerak maksimal menurunkan stunting.

“Daerah (kabupaten kota) kurang membaca, sudah ada surat (edaran) dari saya gunakan untuk menggedor pihak-pihak seperti perusahaan lewat CSR-nya,” kata Harisson.

Dirinya menyayangkan, sejumlah program penurunan stunting yang berjalan baik selama ini di level provinsi tak berjalan maksimal di tataran bawah.

Baca Juga :  Kalbar Tambah 10 Kasus Positif Baru Delapan Antaranya Guru di Melawi

“Tolong kebijakan pemprov orang tua asuh melibatkan perusahaan kakak asuh stunting benar-benar diterjemahkan di daerah,” katanya.

Harisson menyampaikan, program orang tua asuh dihadirkan sebagai upaya intervensi langsung ke sasaran keluarga stunting. Terutama dengan memberikan pendampingan gizi terhadap anak-anak agar dapat keluar dari kategori stunting.

Ia menilai, program orang tua asuh mampu menekan angka stunting Kalbar secara maksimal, terutama untuk mengejar target penurunan stunting secara nasional pada 2024 mendatang yakni 14 persen. Sementara saat ini, stunting Kalbar masih berada pada angka 24,5 persen.

“Saya minta seluruh dinas kesehatan dan bupati wali kota kebijakan gubernur itu digunakan untuk intervensi stunting,” jelasnya.

Baca Juga :  Rajawali Putih dan Buana Putra Dukung Andi Ridwan Pimpin IPSI Kalbar

Harisson kembali mengingatkan, bahwa penanganan stunting tidak dapat dituntaskan hanya dengan omongan belaka atau lip servis, melainkan harus dibarengi dengan berbagai upaya lanjutan melalui berbagai program, seperti turun langsung ke lokasi, memasifkan edukasi gizi yang tepat dengan menyasar langsung para ibu-ibu, menjadi orang tua asuh anak stunting dan lainya.

“Penanganan stunting kita harus benar-benar melakukan aksi nyata tidak hanya sekadar lip servis,” jelas Harisson. (Jau)

Comment