Mengungkap Keindahan Masjid Jami Keraton Ismahayana: Pesona Sejarah Kerajaan Landak

KalbarOnline, Landak – Dalam genggaman sejarah yang kaya dan beragam di Kota Landak, terdapat sebuah tempat suci yang menarik perhatian, Masjid Jami Keraton Ismahayana. Menjadi saksi bisu dari gemerlapnya Kerajaan Landak, masjid ini memiliki daya tarik yang tak terbantahkan.

Kali ini, kita akan mengupas sejarahnya, keindahannya, serta bagaimana masyarakat setempat dengan penuh kebanggaan merawat warisan berharga ini.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Masjid Jami Keraton Ismahayana menjadi salah satu bukti tegar kejayaan Kerajaan Landak. Pada rentang tahun 1859-1899, Raja Landak ke-21, Abdul Azis Kusuma Akamuddin, dengan bijak memutuskan untuk memindahkan masjid ini dekat dengan Keraton Ismahayana.

Keputusan ini tidak hanya untuk alasan praktis, tetapi juga untuk memancarkan kebesaran dan keagungan Keraton. Sejak saat itu, masjid ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Windy Beri Pelatihan kepada 30 Pemandu Wisata di Kalbar

Meskipun telah mengalami beberapa kali pemugaran, keindahan seni dan arsitektur Masjid Jami Keraton Ismahayana tetap utuh. Setiap lengkungan dan ornamen mengungkapkan keanggunan dan kehalusan tangan-tangan ahli dari masa lampau.

Dari atap yang menjulang tinggi hingga hiasan-hiasan yang menghiasi dinding, setiap detailnya memancarkan keagungan yang tak terlupakan.

Masyarakat setempat dengan penuh cinta dan kepedulian merawat Masjid Jami Keraton Ismahayana. Mereka menganggapnya sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya mereka. Dengan penuh dedikasi, mereka menjaga agar kebersihan dan kelestarian masjid tetap terjaga.

Tak hanya itu, sekitar masjid juga terdapat beberapa benda peninggalan Kerajaan Landak yang masih terawat dengan baik, menjadi bukti nyata kepedulian mereka terhadap sejarah dan warisan nenek moyang mereka.

Bagi yang ingin mengunjungi Masjid Jami Keraton Ismahayana, tidak perlu khawatir tentang tiket masuk, karena tidak ada biaya yang dikenakan. Lokasinya yang terletak di Raja, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, juga mudah diakses. Cukup cek peta untuk mengetahui lokasinya yang tepat.

Baca Juga :  Menapaki Jejak Sejarah: Batu Tertulis, Pusat Penelitian Prasasti di Sekadau

Dengan segala pesonanya, Masjid Jami Keraton Ismahayana bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga sebuah penanda berharga dari kejayaan sebuah kerajaan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota Landak.

Kita semua berharap bahwa keindahannya akan terus bersinar, menjadi inspirasi bagi generasi-generasi mendatang untuk tetap menghargai dan merawat warisan nenek moyang kita. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment